AtomicEssay

AES 1501 Poor Decision

joefeluspenulis arsip3

Hari kedua. Saya masih agak terkapar karena gangguan pencernaan. Memang salah saya sendiri kurang berhati-hati dalam memilih makanan yang bisa saya konsumsi. Biasa, sebagai manusia lemah, saya tergoda untuk makan makanan yang sebetulnya tidak baik untuk tubuh. Meskipun saya sudah berkoar-koar ingin hidup sehat dan sudah saya jalani sekian lama dengan hasil baik, dengan sebuah alasan nyeleneh, cheating day (hahaha), beginilah akibatnya.

Eniwei, supaya obrolan hari ini menjadi sedikit lebih serius, saya ingin membahas apa yang saya alami ini apakah disebabkan karena kesalahan dalam mengambil keputusan atau kebodohan. Hahaha..Biar obrolan ini jadi lebih seru.

Kebodohan dapat diidentikkan dengan kekurangan dalam penggunaan akal sehat, sementara salah mengambil keputusan sebenarnya adalah membuat keputusan atau pilihan yang buruk yang diakibatkan dari banyak faktor dan tidak semerta-merta menunjukkan pembuat keputusan adalah seorang yang bodoh. Kemudian, kebodohan juga mengimplemantasikan bahwa orang itu tidak memiliki kemampuan untuk belajar atau menggunakan pemikiran yang sehat sementara membuat keputusan buruk lebih pada kesalahan dalam proses pembuat keputusan dan dapat diperbaiki dengan meningkatkan kesadaran diri dan latihan. Belajar dari kesalahan merupakan salah satu dari proses peningkatan kualitas diri.

Nah, sampai disini obrolan saya jadi sedikit ada bobotnya hahaha.. Dari perbedaan penjabaran diatas saya bisa mengambil kesimpulan yang mana yang sudah saya lakukan. Saya tidak memiliki defisiensi atau kekurangan kapasitas dalam berpikir yang baik, pada saat membuat keputusan sebetulnya saya agak menantang diri sendiri. Memang sejak awal sudah tahu risikonya, tapi namanya hidup, semakin banyak tantangan semakin seru. Dan kali ini saya kalah. Itu saja sih.

Semua keputusan memang mengandung risiko, bahkan tidak mengambil keputusan sama sekali pun berisiko. Sekarang kita bayangkan saja, manusia normal menurut penelitian setiap harinya membuat 35000 keputusan. Bangun tidur kita langsung memutuskan untuk langsung bangkit atau masih ingin tiduran dulu, lalu apakah akan mandi dulu atau olahraga dulu. Ingin sarapan apa? Minum kopi atau teh dan lain sebagainya. Itu baru hal-hal rutin yang bahkan seringkali kita tidak perhatikan. Banyak keputusan juga kita buat secara otomatis karena sudah merupakan kebiasaan. Kerja otak itu berat sekali ya?

 Apa yang saya buat 2 hari lalu adalah membuat keputusan yang salah, saya membuat keputusan yang bodoh semata-mata demi menantang diri, semacam stretching my option a bit too much walau tahu risikonya. Tapi ya begitulah hidup. Kadang keberanian kita dalam membuat keputusan justru merupakan batu pijakan dari keberhasilan di masa yang akan datang. Tapi tidak jarang juga kita membuat keputusan yang salah. Namun demikian membuat keputusan yang salah tidak membuat kita menjadi bodoh karena seseorang yang salah membuat keputusan tetap dapat belajar daripadanya.

Foto credit: linkedin.com

Komentar (1)

Andy Sutioso

Waah. Turut prihatin. Semoga segera pulih Joe. Ya begitulah, 35.000 keputusan setiap hari, pasti ada saja keputusan-keputusan kita yang buruk ya...

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31