AtomicEssay

AES 1509 Yang Terbaik (4)

joefeluspenulis arsip2

Saya memandangi tubuh renta tak berdaya yang sedang terlelap. Napasnya sangat halus kadang membuat khawatir karena sama sekali tidak ada gerakan tubuh. Berat rasanya hati ini ketika melihat tubuh yang sudah senja kehilangan banyak kesegaran hidup, kerupawanan dan keperkasaannya. Tubuh yang mulai layu itu meringkuk dalam kesunyian merobek-robek hati saya. Hanya saja perasaan getir itu harus saya sembunyikan. Yang beliau butuhkan bukan rasa kasihan atau keprihatinan, melainkan kehangatan, sentuhan lembut, bagaimana beliau merasa dicintai, dan merasa berharga dimata anak-anaknya.

Hal berikutnya yang terbaik dalam hidup, bagi saya adalah kasih sayang! Kasih sayang yang kita miliki adalah cinta, keperdulian, rasa simpati pada orang lain dan sebagainya, tapi juga tidak melupakan komponen yang sangat penting dalam menyayangi diri sendiri. Kasih pada orang lain adalah kemampuan untuk mengerti kesulitan atau penderitan orang lain dan menjadi motivasi untuk menolong. Namun, kasih sayang yang sejati tidak akan pernah lengkap dan sempurna tanpa mengasihi diri sendiri yang merupakan upaya memperlakukan diri dengan baik dan penuh kasih serta mengerti diri sendiri daripada hanya semata-mata menyalahkan atau mengasihani diri sendiri.

Kasih itu mengenali penderitaan. Kita tersentuh akan penderitaan orang lain, baik itu orang-orang yang kita sayangi atau bahkan orang asing. Rasa itu kemudian memicu tindakan, tidak hanya semata-mata merasa prihatin, tapi justru mengulurkan tangan karena kita mengerti bahwa setiap orang mengalami kesakitan dan menghadapi kesukaran sehingga di situ menjadi terkoneksi dengan orang-orang diluar diri kita.

Hari ke-25. Cerita sahabat saya yang sedang menunggui suaminya:

Mostly just me, playing music and staring glumly out at the rain. Watching two crows on the roof. Watching dark clouds. I apply lotion and Chapstick. I wash his face and hands and clip his nails. I call the nurse when needed. Since he isn’t conversing, I decided to start writing him a letter about these surreal weeks. Ten pages in, and all the tamped grief surfaced. Then the weekend doctor came by and stayed long enough to dampen what wasn’t already sopping.

Usually, I try to stay cheerful around him, but today I went back to writing my letter and mopping my eyes. I guess he heard me sniffling because he opened his eyes and reached out to squeeze my hand. And today he mouthed I love you for the first time in days when I was leaving. I drove away in the ever-so-appropriate rain.

Kita tetap mencintai dan menyayangi walaupun seringkali itu menyakitkan karena kita selalu berharap agar segala sesuatu menjadi lebih baik, kita juga takut akan kesendirian. Cinta juga terkait erat dengan proses emosional dan chemical, dan kadang rasa sakit merupakan katalis bahwa kita mengalami pertumbuhan dan transformasi. Rasa cinta akan semakin kuat dan kokoh ketika kita dapat menerima ketidaknyamanan.

Dapat merasakan itu semua merupakan anugerah. Cinta dan kasih sayang sendiri merupakan sesuatu kekuatan yang netral, justru rasa sakit dan ketidaknyamanan muncul karena harapan yang kita miliki, bukan karena ketidaksempurnaan rasa cinta atau kasih itu sendiri.

Foto credit: healthshots.com

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31