AES 1512 Eksperimen

Pagi ini saya melakukan eksperimen kecil. Setelah beberapa hari yang lalu saya sempat berbincang-bincang dengan bu dokter di Smipa sambil menjadi kuncen di AES, mungkin saja masalah pencernaan saya yang tidak berujung ini salah satunya disebabkan oleh kondisi yang tidak berkaitan dengan tubuh itu sendiri. Bagaimana jika state of mind saya diubah? Itu yang saya pikirkan pagi ini karena beberapa hari terakhir ini saya rajin ke Smipa dan tidak menyediakan waktu khusus untuk membaca atau merenung seperti hati-hari sebelumnya.
Nah ide eksperimen saya pagi ini adalah mempraktikan slow living style. Saya memfokuskan diri pada hal-hal terpenting, mengatur ritme saya dalam menjalani segala hal dengan santai tidak tergesa-gesa, being present, ditambah yang lain-lainnya seperti being considerate, more understanding, lebih banyak mengalah dan lebih bersikap positif. Dan tentu saja bukan Bandung namanya jika tantangan pertama bukan lalulintas. Hahaha..
Berangkat lebih pagi, mengemudi sambil mengikuti arus lalu lintas tanpa tergesa-gesa, berusaha semaksimal mungkin memaklumi mereka-mereka yang terburu-buru menyerobot dan lain sebagainya. Percaya atau tidak, saya mulai dapat menikmati perjalanan. Saya mulai banyak memperhatikan keadaan di sekeliling, pedagang kaki lima, bapak-bapak yang memikul kantong besar berisi kerupuk, mas-mas muda yang mendorong gerobak jualan, bahkan sekelompok pelari yang sedang berolah raga di jalan raya. Jika tidak ada yang dapat saya perhatikan atau sedang konsentrasi pada lalulintas, saya memfokuskan diri pada musik yang sedang mengalun di dalam kendaraan.
Setelah beberapa saat, saya mulai terhubung dengan banyak hal, yang jelas saya mulai terlibat dengan hampir semua indera yang saya miliki. Merasakan banyak sekali sensasi dari mulai setir, pedal, tempat duduk, vibrasi dari kendaraan, dan sebagainya. Saya juga secara aktif memperhatikan semua yang ada selama perjalanan seperti yang saya gambarkan barusan, para pedagang, pengemudi lain, atau orang yang berolahraga. Telinga saya juga semakin peka terhadap segala bentuk bunyi, tidak hanya musik di dalam kendaraan, tapi juga di luar.
Satu hal yang paling penting dalam eksperimen ini, adalah pikiran. Saya berusaha memfokuskan diri pada hal-hal penting tapi sederhana. Saya tidak mau memikirkan negara ketika sedang mengemudi hahaha.. Hal-hal jauh lebih serius ada waktunya tersendiri, bukan saat mengemudi. Yang saya lakukan ini ternyata menjauhkan diri dari emosi sebagai dampak dari bereaksi terhadap pengemudi lain karena pada dasarnya saya hanya memerhatikan pengemudi lain tanpa menjadi judgmental. Ini sangat penting. Komentar bahwa pengemudi lain itu ngawur, seenaknya, tidak peduli keselamatan dan lain-lain adalah cara umum kita menghakimi orang lain lalu kita bereaksi dan jika kita secara frontal protes, maka akan terjadi proses aksi dan reaksi yang bisa jadi berakhir dengan huru hara.
Sepertinya eksperimen ini lumayan berhasil. Saya merasa sangat rileks, yang nyerobot-nyerobot malah menimbulkan senyum. Saya tidak merasakan lagi kesabaran diuji karena pada dasarnya secara otomatis kesabaran tidak lagi dibutuhkan karena sudah menyatu dengan diri. Nanti siang eksperimen ini akan saya lanjutkan dan juga hari hari sesudah ini. Mudah-mudahan eksperimen ini akan jadi kebiasaan. Keren banget kalau ini terjadi :)
Foto credit: linkedin.com
Komentar (4)
wah seru eksperimennya, Om! yang aku suka rasain tuh makin aku misuh makin nambah dan makin keliatan yg bikin2 kesel
Betul... akhirnya saya yang mengubah pola pikir krn mereka ga akan bisa berubah hehehe
Setuju pak Joe, yang membuat kita marah ya karena kita sendiri yang mengijinkan mereka merusak mood kita. Selamat menikmati
Wah pak joe berhasil menerapkan STAR
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1164 Memulai Yang Baru
Saya bangun agak siang. Untuk pertama kalinya sejak beberapa saat saya dapat tidur dengan sangat nyenyak. Mungkin tubuh saya begitu lelah, tidak hanya tubuh tapi juga mental dan itu saya yakin menguras hampir seluruh energi. Kondisi itu begitu terasa semalam ketika saya tetap memaksakan diri menyel…
joefelus20
AES022 Seni Mengamati
Kemarin, saya menghabiskan waktu di taman kota sebuah tempat yang mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Namun bagi saya, tempat itu menjadi ruang terbuka untuk belajar seni mengamati. Taman kota bukan hanya ruang hijau di tengah hiruk pikuk kota, melainkan sebuah kanvas besar yang dipenuhi de…

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11


