AES 1517 Selalu Saja Ada

Kemarin saya tidak nulis, yang saya unggah kemarin dan hari ini adalah 4 tulisan yang saya lakukan pada hari Kamis kemarin ketika sedang menunggui ayah. Jadi memang hari Kamis itu karena menghindari rasa bosan, saya banyak menulis. Kemarin karena merasa punya banyak tabungan tulisan, saya agak bermalas-malasan walau tetap memantau tulisan-tulisan teman-teman yang lain.
Aniwei, saya sedang berusaha mencari ide pagi ini dan duduk menghadapi komputer sebelum nanti disibukkan dengan urusan domestik. Saya menemukan sebuah cerita di Quora tentang seorang istri yang berkisah tentang suaminya ketika sedang ada di sebuah supermarket di Amerika sana. Ada seorang muda di depan mereka sedang akan membayar dan ngobrol dengan kasir. Anak muda itu mengatakan pada kasir bahwa dia bekerja sepanjang musim panas dan memberi tahu orang tuanya bahwa tahun ini mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli perlengkapan sekolahnya karena dia punya cukup tabungan untuk itu. Nah, mendengar ini sang suami mendekati anak muda itu, menjabat tanganya sambil berkata agar dia keep up his good work, dan membayar belanjaan anak muda itu.
Sebuah cerita yang menarik, memberikan dampak serta perasaan positif bagi para pembacanya. Lalu saya melakukan tindakan yang bodoh, yaitu melihat komentar orang-orang yang membaca. Quora memang tempat orang berdiskusi. Saya menyesal telah iseng membuka kolom komentar karena seperti yang biasa saya duga, selalu ada orang yang memberikan pendapat yang sangat negatif! "You realize this is a bot posting hundred of plagiarized fake stories like this right?" Katanya. Langsung perasaan positif saya terganggu gara-gara orang ini. Saya mengutip komentar dia apa adanya. Kemungkinan, tanpa berusaha menjadi judgmental, ini adalah tipe orang yang senang mengomentari hal-hal dengan nada negatif dan melupakan tanda baca serta tidak jarang salah pengucapannya. Untungnya ada yang membalas, "If it's making people feel happy, who are you to take that away from them?"
Fenomena ini sangat sering kita jumpai, apalagi setelah yang namanya internet menguasai kehidupan kita. Bagi saya, orang yang senang memberikan komentar negatif adalah perundung. Seperti komentar sesudahnya, dia berkata kalau seandainya cerita itu membuat orang-orang senang, memangnya apa hak dia untuk merebutnya dari mereka? Itu terjemahan kasarnya. Ya, saya setuju. Siapapun dia, tidak ada yang berhak mengambil kebahagiaan orang lain. Hanya manusia-manusia yang kejam dan tidak berperasaan yang senang melakukan itu.
Pada dasarnya orang-orang yang "kejam" itu adalah mereka-mereka yang sesungguhnya memiliki masalah dalam hidup mereka sendiri. Mereka-mereka ini adalah pengecut yang hanya berani mengatakan sesuatu di dunia maya karena internet sedikit banyak menjamin anonimitas, sehingga mereka bebas mengumbar keinginan agresinya, preyeksi insekuritasnya, keinginan untuk menguasai dan narsissistik dirinya tanpa harus menghadapi risiko besar. Orang-orang semacam itu memang tidak sedikit dan mudah kita jumpai dimana saja di dunia maya. Daring itu banyak dijadikan tempat sembunyi para pengecut yang mengumbar hasrat buruknya dengan menyebarkan hal-hal negatif dan merundung orang lain.
Karena saya tahu alasan mengapa banyak orang melakukan hal-hal negatif, daripada saya menjadi korban dan merasa jengkel serta hal-hal positif yang saya rasakan itu terengut (artinya dia menang), saya berhenti membaca komentar dan mengabaikan perkataan orang itu. Ini adalah salah satu cara menangkal perundungan di internet. Abaikan, berhenti membaca dan beralih ke hal yang lebih baik, tetap bersikap positif dan kalau bisa "memaklumi" bahwa di dunia ini akan selalu ada orang-orang seperti mereka yang pengecut, insecure, ingin diperhatikan tapi dengan cara bodoh, dan lain sebagainya. Satu hal lagi, saya punya jalur yang sangat baik untuk menghadapi ini, yaitu dengan menulis. Saya bisa menulis mengapa orang-orang yang toxic ini melakukan itu dan bagaimana menangkalnya. Lumayan bisa mengingatkan orang lain atau bahkan memberikan semacam masukan serta berbagi pengalaman tentang apa yang harus dilakukan jika menghadapi hal serupa. AES memang wadah yang sangat cocok untuk ini. Hehehe.
Foto credit: abc.net.au
Komentar (3)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31
