AES 1537 Spoiled

Kemarin saya tidak menulis karena terlalu sibuk dengan kegiatan keluarga. Pagi hari adik saya memutuskan mengundang seorang Pater untuk memberikan sakramen perminyakan untuk ayah, lalu pihak keluarga yang lain, adik saya yang paling kecil dengan keluarganya datang menengok. Kondisi ayah memang tidak semakin membaik, tapi itu bagian dari perjalanan hidup dan kita tidak pernah tahu bagaimana endingnya.
Hidup itu sebaiknya tidak diketahui akhirnya. Menurut saya jika kita sudah tahu akhir dari perjalanan hidup, maka akan kehilangan pzazz-nya karena sebetulnya inti dari ketertarikan manusia pada hal-hal tertentu adalah rasa ingin tahu. Jika rasa ingin tahu kita sudah terpuaskan, maka ketertarikan kita juga akan sangat berkurang. Rasa ingin tahu memang sangat penting dalam banyak faktor kehidupan. Contoh sederhana misalnya sains, sains itu diawali dari rasa ingin tahu. Tanpa rasa ingin tahu, tidak akan ada sains, tanpa sains manusia tidak akan seperti sekarang ini. Otak manusia dipicu untuk mencari hal-hal yang tidak diketahui, berusaha memecahkan misteri, menyelesaikan puzzle dan sebagainya.
Manusia juga sangat menyukai misteri dan suspense, tanpa itu hidup terlalu monoton. Tidak mengetahui apa yang akan terjadi, meningkatkan rasa ingin tahu dan antisipasi sehingga hidup menjadi menarik. Kita seringkali juga butuh tantangan untuk mencapai sesuatu. Mengalahkan rasa takut pun menjadi sebuah keseruan tersendiri. Seperti yang saya lakukan di bulan Januari tahun lalu saya menantang diri melawan rasa takut ketinggian dengan aktivitas yang ekstrim, terjun payung! Sejak itu rasa takut ketinggian saya sangat jauh berkurang. Dulu jika saya berada di gedung tinggi saya takut melihat kebawah, jikalau beranipun tubuh bereaksi dengan perasaan gamang yang sangat kuat hingga kadang lutut saya lemas. Sekarang tidak lagi! Lucu juga jika dipikir-pikir, rasa takut akan ketinggian dilawan dengan ketinggian.
Ketidaktahuan menimbulkan rasa ingin tahu, lalu berusaha mencari tahu. Di situ serunya, kita mengusahakan sesuatu. Begitu kita tahu, semuanya menjadi biasa saja. Mungkin ada rasa puas, tapi that's it! Begitu juga kita dalam menjalani kehidupan. Semakin banyak ketidaktahuan, semakin banyak rasa ingin tahu dan semakin banyak usaha kita untuk menjadi tahu, lalu hidup mengalir dengan banyak keseruan. Tanpa itu, seperti saya katakan di awal, tidak ada pzazz-nya lagi. Hambar!
Contoh lain, filem atau buku cerita. Begitu kita tahu endingnya, maka keinginan kita untuk terus membaca atau menonton menjadi berkurang dan tidak seru lagi. Seperti filem Korea yang kemarin saya tonton, berawal dari klip yang muncul di medsos, entah kenapa. Saya tertarik karena makanan-makanannya. Jaman sekarang begitu kita membuka laman tertentu, semua mesin pencari, sosmed dan lain-lain dibanjiri dengan tema yang sama. Keluarlah semua cuplikan-cuplikan dari filem yang saya tonton bahkan muncul pula endingnya. Alhasil filem tersebut bagi saya tidak seru lagi. Endingnya begitu hambar apalagi kemudian saya sadari bahwa cerita itu tidak masuk akal karena bukan filem fiksi ilmiah yang dilatarbelakangi teori ilmiah. Filem ini walau katanya ramai diperbincangakan di banyak negara, terutama pencinta filem drama Korea, dalam bahasa sekarang saya katakan garing dan terlalu dipaksakan hahaha.. Ya sudah, toh saya bukan pencinta filem seri. Nah, sepertinya hidup juga begitu, ketika kita tahu akhirnya, pasti tidak seru lagi!
Foto credit: salon.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31