AtomicEssay

AES 1538 Keterbatasan

joefeluspenulis arsip2

Katanya ada 2 cara dalam memandang peristiwa-peristiwa dalam hidup, yaitu mereka yang menganggap keajaiban itu tidak ada sama sekali, dan mereka yang meyakini bahwa segala sesuatu merupakan keajaiban. Entah ini benar atau tidak dan saya butuh merenung baik-baik yang mana yang saya yakini. Yang jelas tentunya bukan yang pertama karena saya percaya pada keajaiban, percaya pada mukjizat. Untuk yang kedua, nah ini pertanyaan besarnya. Apakah saya meyakini itu betul-betul? Sebab, kadang manusia itu lupa menanggalkan egonya dan mengklaim serta merasa bahwa banyak hal yang terjadi merupakan usahanya, padahal kenyataannya tidak selalu begitu.

Kemarin, atau kemarin dulu saya mengutip sebuah kalimat: "Life is not merely a series of meaningless accidents or coincidences, but rather, it's a tapestry of events that culminate in an exquisite, sublime plan." Banyak kejadian dalam hidup yang diluar kontrol kita, tapi tidak sedikit juga peristiwa yang terjadi karena akibat perbuatan kita. Nah di sini saya harus melihat dengan jeli dimana letak keajaibannya.

Kemampuan kita dalam mengamati sangat terbatas. Kalau tidak percaya, silakan lihat bagaimana bunga bermekaran, bagaimana tanaman tumbuh. Apakah kita mampu melihat perubahan dari setiap detiknya? Tidak. Tapi pernahkah kita menyaksikan hasil rekaman sebuah kamera dimana bisa melihat bahwa setiap detik yang kita lalui segala sesuatu itu berubah. Saya meyakini ini bahkan pernah mengangkat obrolan yang intinya adalah bahwa segala sesuatu yang konstan di alam semesta adalah perubahan. Semuanya mengalir, Panta Rhei.

Kemampuan kita terbatas. Jika kita tidak dapat melihatnya, bukan berarti itu tidak ada, bukan berarti itu tidak terjadi, melainkan mungkin saja karena kelemahan kita sehingga tidak dapat menangkap hal itu.

Kemudian, kita juga cenderung hanya memperhatikan sesuatu yang luar biasa saja serta melupakan hal-hal kecil. Keajaiban itu terjadi setiap saat. Perhatikan saja tubuh, entah manusia atau binatang atau bahkan tumbuhan. Apa yang mentrigger kita terus berkembang, tumbuh, atau yang sederhana bergerak, berpikir dan sebagainya. Otak dikendalikan oleh apa? Jika aliran darah itu dipompa oleh jantung, lalu jantung dapat bergerak karena apa? Terus terang banyak sekali pertayaan yang kadang sulit dicari jawabannya karena kita sangat terbatas untuk mengerti. Tubuh kita tidak seperti mesin kendaraan yang dapat hidup karena bahan bakar, bahan bakar dibakar di combustion chamber karena ada pemantiknya, awalnya ditrigger oleh starter yang ditenagai oleh baterai dan lain sebagainya, semua merupakan serangkaian peristiwa yang saling terkait dimana jika salah satu tidak berfungsi maka akan mengganggu cara kerja mesin. Tubuh manusia juga begitu, sepertinya. Saya bukan ahli yang mengerti semuanya. Apalagi jika sudah mulai dibahas mengenai enerji, elektron, molekul dan lain-lain, apalagi kalau sudah mulai membahas kuantum dan lain sebagainya Saya pusing.

Keajaiban terus berlangsung walau kita tidak mampu melihatnya. Keterbatasan kita dalam melihat membuat kita kurang apresiatif. Sekali lagi, yang tidak kita lihat bukan berarti tidak ada. Coba saja misalnya magnet. Gelombang magnet tidak mampu kita lihat, tapi ada enerji yang mampu menarik benda disekitarnya. Energi atau force itu tidak mampu kita lihat tapi bukan berarti tidak ada.

Sama dengan keajaiban. Karena kita biasanya hanya melihat yang besar-besar, yang kecil luput dari perhatian. Ketika kita terpaku hanya pada hal yang positif, lalu yang negatif kita kecam habis-habisan, padahal sebenarnya hal negatif juga merupakan bagian dari keajaiban, sebab apapun yang terjadi, bahkan hal yang buruk sekalipun akan mengarahkan kita ke hal yang jauh lebih baik, hanya saja kita begitu terpaku pada hal yang buruk sebagai bagian dari survival mechanism, sehingga kita tidak mampu melihat secara keseluruhan.

Foto credit: esqnews.id

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31