AES 1539 Agony

Tahu tidak bahwa rasa sakit yang paling tidak tertahankan adalah ketika kita jatuh cinta dan akibat dari perasaan cinta itu? Entah apakah saya akan dapat menjabarkannya dalam 250 kata dalam obrolan ini.
Sekarang begini, pernahkah kita merasa terharu hingga menitikkan air mata ketika misalnya sedang menyaksikan sebuah filem? Oh kalau saya sering karena saya orangnya sensitif, mudah tersentuh akan keadaan yang indah, penuh kasih, dan yang pasti ketika bersedih.
Nah itu filem, sesuatu yang tidak nyata. Atau ketika menyaksikan peristiwa yang menimpa orang lain. Terhadap orang asing yang tidak kita kenal saja bisa membuat kita terharu, apalagi jika terjadi pada kenalan atau sahabat kita? Berat!
Itu baru peristiwa yang tidak nyata, pada orang asing dan pada kenalan atau sahabat. Nah bagaimana jika itu berkaitan dengan orang-orang yang kita cintai?
Ketika Kano masih kecil, ketika dia sakit, saya biasanya tidak tidur apalagi ketika dia sedang demam. Saya akan menemani hingga demamnya reda. Ketika dia mulai berkeringat dan suhu tubuhnya berangsur-angsur normal, saya baru merasa lega dan dapat jatuh tertidur.
Peristiwa lain yaitu ketika Kano masih bayi dan ketika kontrol pertama menemui dokter anak, saya merasa seperti tersengat halilintar ketika Kano didiagnosis mengalami kelainan jantung yang langka. Saya tidak pernah lupa bahkan saya masih bisa merasakan rasa sakit di dada hingga sekarang jika mengingat peristiwa itu. Saya tidak peduli pada keadaan sekeliling, memeluk Nina sambil menangis tersedu-sedu. Berdua saja, tidak ada keluarga karena kami jauh di rantau.
Rasa sakit yang saya rasakan ketika sesuatu menimpa orang yang saya cintai sangat luar biasa. Emosi yang meluap membuat saya benar-benar sulit bernapas. Rasa sakit yang sangat intens melumpuhkan semua sendi-sendi sekujur tubuh bahkan bernapas saja sangat sulit.
Saya sering berucap ketika orang-orang yang saya cintai sedang mengalami kesakitan agar dapat menanggung beban rasa sakit itu. Saya lebih menginginkan rasa sakit itu saya alami daripada menyaksikan orang yang saya cintai itu menderita.
3 tahun terakhir ini merupakan tahun yang tidak mudah bagi saya. Nina harus berbaring di meja operasi 4 kali, kemudian saya harus berpisah dengan Kano dan tinggal berjauhan. Sekarang saya duduk di samping pembaringan menemani ayah yang tidak berdaya terhubung dengan jarum infus. Ini petistiwa yang menyakitkan.
Rasa sakit luar biasa diiringi dengan ketidakberdayaan untuk mengurangi beban orang kita cintai itu tidak mudah untuk dialami. Memang semua itu merupakan bagian dari kehidupan. Sayangnya kita harus melalui masa-masa ini agar rasa cinta yang kita miliki menjadi setimpal dan memiliki arti melebihi apapun di dunia ini. Konsekuensi dari rasa cinta itu adalah rasa sakit. Tapi saya meyakini bahwa hidup ini akan amat sangat jauh lebih berharga dengan mrngalami cinta serta rasa sakit yang diakibatkannya daripada tidak pernah mengenal cinta.
Foto credit: community.thriveglobal.com
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
