AtomicEssay

AES 154 Kini Hidup Kembali

Zacky Hudayapenulis arsip2

Kini Hidup Kembali

   Tdak terpikirkan sebelumnya akan terjadi wabah yang sangat berdampak di setiap sisi kehidupan kita. Pandemi memunculkan banyak kebiasaan baru, butuh waktu untuk kita beradaptasi, Interaksi sosial pun lebih banyak secara virtual pastinya. Rindu ketika belajar dan bercanda tawa bersama teman kelas secara langsung. Lapangan parkir sekolah yang penuh dengan kendaraan masuk dan keluar mengantarkan buah hatinya untuk bersekolah, aktivitas warga Smipa di lingkungan sekolah, suasana ramai serta suara anak-anak bernyanyi dengan diiringi gitar yang dimainkan oleh Kakak. Takdir berkata lain, kita harus menjalankan seluruh kegiatan sekolah secara daring. Dua minggu pembelajaran secara daring tak terasa sudah terlewati, hingga dua tahun lamanya. Sungguh bosan sekali rasanya. Berada di rumah dan hanya bisa menyaksikan senyuman keceriaan teman dan Kakak pada layar laptop saja. Banyak hal yang dulu dengan leluasa kita lakukan saat ini tidak dapat kita lakukan lagi. Selamat datang di “kehidupan baru” mau tidak mau kita dipaksa untuk beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang bisa jadi merupakan norma baru dalam kehidupan kita.

   Kegiatan akhir semester menjadi sebuah kegiatan yang cukup special dan ditunggu-tunggu oleh anak-anak Smipa. Kegiatan babarengan ini biasanya dilaksanakan setelah pembelajaran akhir sebelum rapotan. Tradisi kegiatan babarengan menjadi ciri khas Smipa. Apa Babarengan itu? Mungkin bagi orang luar hal ini menjadi sebuah tanda tanya dan bagaimana kegiatan ini berlangsung. Babarengan sendiri adalah suatu bentuk  kegiatan bersama orangtua maupun dengan jenjang lain. Setiap tahunnya program/konsep kegiatan ini bisa berbeda-beda namun tujuannya yang sama. Kebersamaan itu yang paling terpenting. Beberapa pengalaman yang aku rasakan ketika babarengan bersama jenjang kecil. Bagaimana cara aku berkomunikasi ke anak-anak KBTK pasti berbeda ketika aku berkomunikasi dengan jenjang yang tidak jauh dengan aku. Cara menyikapi anak-anak yang susah diatur dan asyik sibuk sendiri, Kita pun sebagai yang lebih dewasa harus bisa mengendalikan anak-anak itu supaya bisa turut serta berkegiatan bersama dengan semestinya. Berkarya, membuat kostum memakai barang bekas, makan bersama, dan banyak lagi yang kami lakukan saat minggu babarengan itu. Rasa bahagia itu ada ketika mereka sudah mengenal dan bisa bercanda tawa ria bersama anak-anak ketika itu. Aku berharap tradisi babarengan ini tidak pernah pudar dan terus dilakukan setiap jenjangnya. Adanya kebiasaan baru ini tidak ada kata yang tidak mungkin untuk dilakukannya minggu babarengan ini. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES045 Babarengan

Babarengan adalah kata dalam Bahasa Sunda yang memiiki arti "kebersamaan". Sering sekali aku menggunakan kata itu, apalagi dalam konteks pertemanan, hubungan sesama manusia lainnya, khususnya, namun yang aku tau kata itu sering dipakai dalam konteks kolektif (banyak orang) "Hayu santai weh urang la…

Rizalk4710
AtomicEssay

AES448 Perparkiran, PDAM, LeuKas dan Babarengan

Pertama-tama terima kasih banyak buat seluruh rekan-rekan orangtua yang sudah mengaturkan parkirnya di PDAM saat kegiatan Babarengan di semester ini. Suasana kebersamaan yang sangat membahagiakan - momen-momen yang hilang karena situasi pandemi beberapa waktu belakangan ini. Saya ingin sedikit ceri…

Andy Sutioso30
AtomicEssay

ES 207 Best one

AES 207 Best one Selama minggu babarengan ini, aku merasa babarengan kali ini lebih seru dari babarengan-babarengan sebelumnya. Mungkin salah satu faktor nya karena dulu di K10 sampe K11 gak ada babarengan sama sekali. Salah satu kegiatan yang paling berkesan pada minggu babarengan ini adalah pada…

bryann10