AES 1542 Konyal

Hari Jumat malam saya begitu lelah, Rasanya sudah seperti berhari-hari tidak tidur. Tidak hanya lelah secara fisik, terutama yang sangat lelah adalah mental. Peristiwa yang saya alami ini sangat memakan enerji karena gelombang emosi seperti ombak lautan yang beruntun runtun menggempur pertahanan tanpa henti. Begitu reda, datang lagi gelombang besar, begitu terus menerus terjadi dan saya sebetulnya masih anak bawang, belum pernah mengalami kejadian seperti ini karena ketika mendang Ibu berpulang, saya ada jauh di rantau dan tidak memungkinkan untuk pulang mengantar.
Malam itu saya langsung tewas terkapar kelelahan dan tertidur seketika begitu menyentuh pembaringan. Dan lalu tiba-tiba saya berada di suatu ruangan, duduk di sebuah meja, hanya saya berdua dengan... Ayah! Kami membahas makanan, membahas roti lapis dengan berbagai macam keju yang menjadi favorit saya seperti keju swiss, colby, Pepper jack dan sebagainya. Ayah saya hanya tersenyum, beliau bukan pencinta makanan-makanan seperti itu, lebih suka lotek, gado-gado dan sayur-sayuran daripada daging atau keju.
Saya kemudian pergi ke suatu tempat dan kembali dengan setumpuk keju yang sudah diiris tipis-tipis yang saya taruh di atas meja. Keju tipis berwarna putih, kekuningan bahkan ada yang berlubang-lubang sebagaimana biasanya keju Swiss, serta keju dengan bercak-bercak warna merah dan hijau yang menjadi ciri dari Pepper Jack's. Saya sangat riang gembira karena memiliki keju-keju yang luar biasa ini. Sudah lebih dari 1 tahun saya tidak menikmati keju. Ayah saya kemudian memasuki ruangan dan saya sodorkan satu buah markisa. Beliau menerimanya dengan begitu gembira, tertawa lebar bahkan agak melompat-lompat bagai orang yang sedang menari. Lalu semuanya hilang dan saya terjaga dan mulai tersedu-sedu.
Menurut informasi yang saya berusaha dapatkan, memimpikan ayah pada hari pertama meninggal dunia seringkali menandakan rasa duka yang sangat mendalam, suatu perasaan yang tidak terselesaikan, hubungan relasi yang terputus atau hilang dan proses bawah sadar yang diakibatkan oleh rasa kehilangan yang mendadak. Mimpi menjadi sebuah cara untuk menemukan rasa nyaman, dan closure dengan cara menghadirkan kembali perasaan kasih sayang yang sebetulnya merupakan tahapan-tahapan proses berkabung dan penyembuhan. Mimpi semacam itu terasa seolah-olah (atau memang betul begitu, saya tidak tahu) bahwa saya dikunjungi dan semacam penyampaian pesan bahwa ayah saya sekarang sudah bahagia, tidak mengalami kesakitan, bebas tidak tergantung perawatan orang lain dan dalam keadaan baik-baik saja.
Tiba di rumah duka, saya menarik tangan adik perempuan saya dan mengajak berbincang-bicang di sudut ruangan. Saya ceritakan semuanya sambil menangis berdua. Saat itu masih pagi, upacara pemberangkatan ke krematorium masih 1 jam lagi, seorang Diakon akan memimpin upacara pagi itu. 30 menit kemudian seorang keponakan saya tiba dengan sebuah kantong plastik berisi buah konyal atau markisa dengan penuh rasa bangga. Buah ini tidak mudah diperoleh, kalau ke pasar pun belum tentu dapat menemukannya. Entah dia berhasil membelinya di mana, yang jelas semua orang gembira karena merasa seolah-olah telah menuntaskan permintaan terakhir mendiang, walau sebetulnya mungkin hanya sebuah mimpi, tapi siapa tahu? Kehidupan itu penuh misteri yang kadang memang tidak dapat dijelaskan.
Masa-masa berduka memang sangat sulit dijalani. saya banyak membaca tentang itu sehingga mulai belajr mempraktikan bagaimana melaluinya. Katanya yang pertama adalah berusaha menerima, itu sudah saya lakukan. Yang kedua adalah menulis jurnal dan itu juga sudah dan sedang saya lakukan, hingga detik ini. Yang berikutnya adalah bercerita serta berbagi dengan teman-teman atau orang lain. Sangat beruntung saya terlibat dalam AES ini sehingga sangat membantu saya dalam melalui masa-masa sulit ini. Terima kasih sudah bersedia menemani saya!
Foto credit: hawaiimagazine.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11