AES 1579 10 Tahun

Entah sudah berapa kali saya menulis untuk diri sendiri sebuah pertanyaan yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa, atau mungkin hanya sekedar bertanya-tanya saja, atau hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu.
Pertanyaannya sederhana, "Seperti apa saya 10 tahun lagi." Dah, itu aja!
Kalau diingat-ingat, mungkin saya mulai di jaman kuliah. Iseng saja, tidak terlalu serius. Saat itu proyeksi 10 tahun ke depan hanya berusaha untuk jadi mapan, memiliki pekerjaan baik dan kehidupan yg lebih meningkat.
Ketika mulai berkeluarga saya menanyakan hal yang sama, bahkan bersama istri kami punya target seperti misalnya punya kamera, kendaraan roda empat dan tempat tinggal sebelum memiliki keturunan.
Yang saya perhatikan di awal-awal sepertinya hanya berkutat dengan masalah materi dan kesejahteraan. Normal bagi seseorang yang mulai meniti karir dan kehidupan.
Yang menarik, sepertinya sejak awal saya underestimate myself atau mungkin hidup yang saya jalani kebetulan penuh dengan kejutan yang luar biasa. Yang saya bayangkan akan terjadi 10 tahun mendatang ternyata jauh dari perkiraan. Tapi sepertinya justru ini yang menarik dari kehidupan. Kalau saya mencanangkan sesuatu yang luar biasa lalu tak terjangkau, pasti tidak seru dan mengecewakan, namun jika yang dicanangkan hanya apa adanya sesuai dengan realitas dan kemampuan lalu kemudian yang terjadi adalah sesuatu yang luar biasa, bukankan ini jauh lebih menyenangkan?
Sekarang saya seperinya jauh sudah berubah. Akhir-akhir ini proyeksi 10 tahun saya pindah arah. Hal-hal yang berhubungan demgan materi, walau masih penting, sudah bukan prioritas lagi. Yang saya pandang justru lebih dalam, lebih ke inti, yaitu kehidupan itu sendiri.
Pertanyaan ngocolnya ini: 10 tahun lagi, saya masih hidup tidak? Hahahaha...
Terdengar sangat ngocol walau sebetulnya wajar seseorang mulai memikirkan ini. Lihat saja life expectancy untuk pria di dunia adalah 71,2 tahun sedangkan di Indonesia 69,1 tahun. Saya sekarang 60 tahun jadi 10 tahun lagi sudah termasuk menjelang garis finish jika mengikuti kriteria tingkat angka harapan hidup. Memang hanya sekedar angka tapi implementasinya mengerikan ketika saya mulai memikirkan ini.
Apa yang sudah saya capai selama hidup, apa lagi yang masih harus saya kerjakan, apa yang masih ingin saya gapai, dan beberapa pertanyaan lain mulai saya pikirkan baik-baik. Kalau dulu saya masih merasa muda dan tidak memikirkan banyak hal tentang akhir kehidupan, mau tidak mau sekarang saya harus serius.
Jadi ingat sebuah foto sepasang manula yang duduk di perahu gondola di sungai di kota Venesia. Sepasang manula ini duduk dengan mesra dan tertidur. Sangat ironis kalau dipikir. Mungkin saja ini sebuah trip of a life time, tapi karena faktor usia mereka tidak mampu menikmati sepenuhnya. Nah saya tidak mau seperti itu.
Jadi ingat sebuah perjalanan saya. Ini sedikit melenceng dari tulisan tentang proyek 10 tahun ini. Untuk iseng dan lucu-lucuan saja.
Seingat saya itu tahun 1999. Berempat, saya, istri, sahabat saya Aje yang baru saja berpulang dan istrinya, sedang jalan jalan. Dari pagi kami naik kereta komuter dari kota Lowel ke Boston lalu sepanjang hari main di sana menunggu waktu tengah malam untuk naik bus ke New York. Kami tiba subuh di stasiun dan belum ada kegiatan apa-apa bahkan stasiun masih tutup. Saat itu musim dingin di awal tahun, di luar amat sangat dingin, sehingga terpaksa kami menghangatkan diri di dalam stasiun ditemani para gelandangan yang tidur di sana. Ya, New York bukan tempat yang asyik di musim dingin, tidak seperi di filem-filem holywood. Stasiun kotor penuh gelandangan dan bau pesing. Itu aroma kota New York bahkan hingga sekarang. Tujuan kami hari itu adalah mengunjungi patung Liberty. Karena transportasi umum belum beroperasi sebab masih terlaku pagi, ya terpaksa kami menunggu sambil terkantuk-kantuk. Akhirnya kami keluar dari stasiun. Di luar dingin sekali seperi yang kami perkirakan. Toko-toko masih kebanyakan tutup, kantong-kantong sampah teronggok di tepi jalan menunggu diangkat oleh petugas. Kami jalan kaki mencari sarapan lalu naik bus ke Battery park untuk naik feri ke pulau kecil tempat patung Liberty berada. Kami harus berhenti di Ellis Island dimana disana banyak eksibit tentang imigran dari Eropa jaman dahulu yang sementara ditampung di pulau itu. Kami diajak nonton filem tentang peristiwa-peristiwa itu. Apa yang terjadi dengan saya? Tertidur! Ruangan teater sangat hangat dan semalaman saya hampir tidak tidur di dalam bus, sesudah kelelahan dan kedinginan, sepanjang filem saya ngorok! Hahahaha..
Itu ketika umur saya hanya setengah dari usia sekarang. Dulu saja sudah ngorok apalagi sekarang, kalau nanti lagi mungkin akan lebih parah! Jadi memang saya harus benar-benar serius untuk memikirkan apa yang ingin saya lakukan dalam kurun waktu 10 tahun ini. Bisa saja ini perencanaan yang terakhir, bukan? Kita tidak pernah tahu.
Foto credit: reddit.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11