AtomicEssay

AES 174 Love Letter

joefeluspenulis arsip2

Ada banyak cara untuk mengungkapkan perasaan pada orang-orang yang kita cintai. Orang tua, saudara, anak, bahkan sahabat. Jaman sekarang segala bentuk media bisa digunakan untuk berhubungan. Jaman dulu hanya sebatas surat menyurat atau telepon. Sekarang banyak kemudahan yang bisa kita nikmati. Yang sederhana saja, dulu kita hanya mendengar suara ketika berhubungan jarak jauh menggunakan telepon, sekarang bisa facetime, video chat, bahkan bisa melihat lewat televisi agar lebih jelas! Tapi apakah kita sudah memanfaatkan ini untuk dapat memupuk hubungan baik, relasi dan silaturahmi dengan orang-orang yang kita care?

Saya pernah iseng nonton sebuah film yang berjudul Letter To Juliet. Film ini sebetulnya biasa saja, tidak ada yang mengejutkan jika menilik alur ceritanya. Yang menarik bagi saya adalah ide utamanya dan yang jauh lebih menarik lagi adalah lokasi filmnya di Verona, Italia.

Di Verona ada sebuah dinding yang digunakan oleh orang-orang yang patah hati meninggalkan sepucuk surat yang diselipkan pada celah-celah di dinding itu. Idenya berawal dari kisah seorang tokoh dalam cerita romatic tragedy karangan William Shakepeare, Juliet Capulet. Sophie yang kebetulan sedang berada di Verona bersama dengan tunangannya yang sebetulnya rencana awal mereka untuk berlibur, ternyata oleh tunangannya, seorang chef yang sedang dalam proses mendirikan restoran, kesempatan itu dimanfaatkan untuk eksplorasi mencari keju, wine, dan sebagainya. Nah Sophie yang merasa bosan karena ditinggal oleh tunangannya yang sibuk eksplorasi tanpa sengaja tiba di dinding dimana orang-orang meninggalkan surat cinta itu. Lalu dia semakin terlibat ketika menemukan sebuah surat cinta yang ditulis pada tahun 1957. Sophie yang menjadi volunteer untuk menjawab surat-surat cinta itu akhirnya membalas surat dari tahun 1957 itu. Terinspirasi surat balasan Sophie, Claire yang puluhan tahun lalu menulis surat itu berusaha menemukan pria yang dulu pernah dia cintai dikala masih muda.

Surat bisa sangat berguna sebagai media untuk mengungkapkan perasaan. Saya dulu menyimpan semua percakapan saya dengan mendiang ibu ketika saya masih di rantau. Pada saat itu Saya sedang dibelit kesulitan ditengah-tengah masalah kesehatan Kano. Saya dan ibu banyak berinteraksi melalui surat dan SMS. Karena kami berjauhan, saya sering membuat video lalu saya buat copy nya dalam bentuk CD lalu dikirim ke Indonesia agar ibu saya bisa melihat. Semua SMS kami saya simpan dalam SIM Card. Kalau saya sedang kangen, saya buka kembali percakapan kami, sayangnya SIM card yang kecil itu sepertinya terjatuh dan hilang. Semua bukti percakapan kami lenyap!

Setiap kata yang diucapkan sangat bermakna! Kalau dalam bahasa kerennya, every word counts! Segala perkataan yang diucapkan ibu sangat berarti bagi saya, sangat menghibur dan menguatkan. Tidak ada cinta yang jauh lebih suci daripada cinta seorang ibu pada anaknya!

Surat yang menyatakan cinta dan perhatian selalu membuat orang lain bahagia. Segala bentuk sanjungan dan pujian sangat berarti dan berharga bagi orang yang menerimanya. Seringkali kita sulit mengungkapkannya secara langsung sementara ungkapan perhatian itu sangat penting dalam sebuah relasi. Antar teman, antar sahabat, antar pasangan, bahkan antar anggota keluarga segala bentuk perhatian itu sangat diperlukan. Surat, SMS bahkan kartu pos dapat kita manfaatkan untuk itu.

Ungkapan perhatian, pujian, sanjungan atau cinta secara tertulis itu merupakan sesuatu yang dapat disimpan. Suatu waktu benda itu sangat dibutuhkan untuk kembali menyemangati dan menghidupkan sebuah relasi yang sudah hambar, misalnya. Walau hanya selembar kertas, tapi bisa berarti sangat besar. Sebuah penghargaan dalam selembar kertas bisa mengangkat semangat bahkan menyelamatkan jiwa seseorang yang sudah sangat jatuh terpuruk tanpa merasa ada harapan yang tertinggal. Jangan salah, ini bisa menjadi sebuah alat yang sangat luar biasa untuk mengangkat seseorang dari sebuah jurang keputusasaan.

Surat bisa menjadi sebuah media yang efektif untuk menunjukkan betapa sepesialnya seseorang di mata kita, seolah-olah menjadi semacam cermin  yang menunjukkan betapa pentingnya pribadi tersebut dalam hidup kita. Dengan mengungkapkan itu semua secara tidak langsung memperkuat relasi kita. Surat seringkali memudahkan kita mengungkapkan perasaan daripada mengatakannya secara langsung. Lalu pertanyaannya, apakah kita sudah mencoba melakukannya?

Foto: bellagracemagazine.com

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31