AES 183 Accident of Birth

"Jo, kalau kamu disuruh milih, kamu akan pilih jadi orang kaya tapi tidak bisa memilih negara, atau kamu milih negara tapi tidak bisa memilih kelas sosial?" Tiba-tiba Nina bertanya pada saya tadi malam.
Pada saat itu efek booster sudah mulai sangat kuat terhadap tubuh saya. Kepala seolah berputar-putar pening dan sakit, sekujur badan terasa sakit dan agak demam. Saya baru saja selesai ngobrol di Pendopo ririungan Smipa.
"Susah ya," kata saya. Pada saat itu saya berpikir kalau memilih jadi orang kaya tapi tinggal di sebuah negara yang tandus, berdebu, kotor dan dikelilingi dengan kekeringan dan masyarakat yang sangat menderita. Saya jelas tidak akan mau itu! Lalu saya juga berpikir bagaimana seandainya saya memilih menjadi anggota masyarakat di negara maju, di Amerika atau di Eropa, negara yang termasuk kaya dan makmur tapi saya jadi gelandangan, homeless? saya juga tidak mau. Itu perbandingan yang sangat ekstrim! Yang ideal ya jadi orang kaya di tempat yang makmur, atau jadi orang cukup di negara yang makmur. Tapi siapa bisa memilih yang ideal?
Kami membicarakan accident of birth karena pada saat itu Nina sedang merancang sebuah pertemuan di kelas tentang kesenjangan Ekonomi, distribusi kekayaan di Amerika. Menurut statistik, 1% penduduk menguasai 80% kekayaan Amerika, dikuasai oleh korporasi, sementara 99% penduduknya menikmati sisanya. Lalu saya melihat sebuah video simulasi yang sangat menarik tetapi karena kepala saya pening, hanya sebagian saja yang bisa saya cerna!
Kita tidak dapat memilih tempat kelahiran, kita juga tidak dapat memilih siapa orang tua kita. Kita tidak punya kemampuan untuk menentukan kelahiran. Itu yang dimaksud dengan Accident of Birth. Ada orang yang dianggap sangat beruntung karena lahir di Amerika misalnya, atau karena dia lahir dari keluarga konglomerat yang tidak pernah menderita kelaparan sepanjang hidupnya. Ada orang yang lahir dalam keluarga kerajaan ada yang lahir dalam keluarga yang tidak punya rumah dan hidup di jalan. Itu adalah accident of birth, itu adalah hidup. Itu adalah kenyataan.
Saya tidak mau ngobrol terlalu njlimet, saat ini baru sembuh dari efek vaksin yang ke-3 malah seharian saya sudah keluar kota untuk belanja karena siap-siap untuk merayakan hari libur, kami toh tidak merayakan thanksgiving, karena bukan orang amrik atau petani yang panen raya hehehe, kami cuma memanfaatkan liburan panjang untuk seru-seruan saja. Saya lebih memilih ngobrol ke rasa bersyukur dengan kesempatan yang diberikan untuk mencicipi dan menjalani kehidupan.
Adalah fakta bawa kita tidak mempunyai kontrol terhadap awal kehidupan diri kita. Kita tidak dapat memilih tempat maupun keluarga dimana kita dilahirkan. Anggap saja semuanya itu random, atau kalau ingin mengikutsertakan kepercayaan dan agama, Tuhan yang menentukan dimana, kapan dan dengan siapa kita dilahirkan. Tapi apapun dan bagaimanapun itu, tetap kita tidak punya hak atau kemungkinan untuk memilih! Yang dapat kita lakukan adalah menjalani kehidupan ini sebaik mungkin. Percuma kita mengeluh karena tidak dilahirkan sebagai orang kaya atau tidak dilahirkan di negara makmur, karena tidak akan dapat mengubah yang sudah terjadi, yang dapat kita lakukan adalah mengubah yang akan terjadi dengan usaha yang maksimal. Jika ingin kaya bukannya memaki-maki yang sudah kaya, tapi berusaha sekuat mungkin untuk menjadi lebih berhasil. Banyak orang yang terperosok karena terlalu melihat ke atas sehingga lupa bahwa kaki kita melangkah di atas tanah, lalu tidak sadar bahwa didepan kita ada lubang.
Jadi menurut saya persis seperti perumpamaan tentang talenta. Ada orang yang diberi 5 talenta, 2 talenta dan 1 talenta. Semua bekerja keras, yang memperoleh 5 talenta mengembangkannya menjadi 10 talenta, demikian pula yang memiliki 2 talenta. Tapi yang memiliki 1 hanya menguburnya. Jika tidak melakukan apa-apa dan hanya mengeluh karena dilahirkan dengan 1 talenta lalu menghabiskan seluruh hidupnya tanpa melakukan apa-apa, menyesali kehidupan yang berkekurangan, iri hati dengan yang berada di atas, maka pada hakikatnya dia lebih baik tidak dilahirkan sama sekali. Karena semua itu hanyalah kesia-siaan!***
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11