AES 189 Menulis Sebagai Media Refleksi

Kalau dipikir-pikir, sesudah sekian lama menulis, saya merasa mejadi lebih mengenal diri sendiri. Percaya atau tidak sesudah ditelusuri kembali dan membaca, segala sesuatu yang saya tulis banyak mencerminkan kebiasaan sehari-hari, pemikiran diri sendiri tentang banyak hal, pengalaman pribadi, kegemaran dan sebagainya.
Kalau saya ibaratkan satu tulisan merupakan 1 keping puzzle, maka semakin lama kepingan-kepingan itu yang kemudian saya satu-satukan akan menjadi sebuah gambar yang semakin lama semakin utuh. Nah saya pikir, tulisan bisa digambarkan demikian juga.
Tulisan bisa digunakan untuk mengungkapkan kehawatiran seseorang, pikiran-pikirannya, perasaan bahkan ketakutan yang sifatnya sangat pribadi. Menulis esai seperti yang saya lakukan hampir setiap hari di AES memungkinkan saya untuk menggunakan pendekatan pribadi dan mengekspresikan pemikiran atas sebuah topik daripada hanya sekedar mengungkapkan fakta semata-mata. Menulis yang saya lakukan bisa saja diambil dari hal-hal yang saya gemari, seperti memasak atau mengulas jenis makanan-makanan tertentu, hingga pengalaman pribadi tentang hal-hal yang lebih serius, atau penggalan pemikiran yang lebih dalam dan ilmiah, atau hanya sekedar mencurahkan isi hati! Topik di AES tidak pernah ada batasan, jadi bebas mengekspresikan diri tentang apa saja.
Pada acara kumpul-kumpul "nulis" bareng, yang akhirnya jadi "ngobrol" (hahaha) bareng di Pendopo AES barusan, terungkap bahwa kegiatan menulis itu menjadi semacam media refleksi yang dilakukan setiap saat. Saya merasa bahwa dalam keseharian menjadi lebih "awas" dan "aware" terhadap segala sesuatu yang saya alami, saya pikirkan dan saya rasakan hanya semata-mata membuka diri untuk menerima segala sesuatu yang akhirnya akan saya pilih untuk menjadi bahan tulisan.
Apakah berhenti sampai di situ saja? Oh tidak! Semua masukan yang saya peroleh di hari itu, akan dipilih menjadi sebuah ide lalu harus saya kembangkan dengan banyak mencari tahu, mencari data pendukung, menghubungkan dengan pengalaman pribadi, pemikiran pribadi dan lain sebagainya. Ide kadang kala cukup diungkapkan dengan sebuah kalimat, tapi satu kalimat saja tidak bisa dianggap sebagai sebuah esai, bukan? Jadi secara otomatis saya belajar!
Belajar apa? disamping belajar menulis dan mengungkapkan segala pokok pikiran dan ide, saya juga belajar mencari data pendukung ide itu dan mempelajari teori di belakang ide yang saya ungkapkan. Jika itu hal yang bersifat pribadi, maka saya juga dituntut untuk masuk ke dalam diri dan merenung, berrefleksi untuk mendalami pengalaman saya ini sehingga dapat mengungkapkan apa yang sudah saya pelajari dan nilai apa yang sudah saya peroleh dari pengalaman itu. Jadi Seperti bang Ahkam katakan dalam esainya http://ririungan.semipalar.sch.id/ahkam/blog/1880/aes130-menulis-untuk-mengenali-diri, itu menjadi salah satu dampak positif dari menulis.
Menulis esai seperti ini disamping merupakan ekspresi mengenai hal-hal yang bersifat pribadi dan personal, dapat pula dilakukan sebagai bentuk respon yang bersifat educational, misalnya resensi buku, film atau artikel tertentu. Hal lain juga misalnya respon yang bersifat profesional, misalnya terhadap profesi guru dan menganalisa kinerja mereka. Pendek kata, menulis itu dapat dijadikan sebagai kegiatan inspiratif tidak hanya untuk diri sendiri yang menulisnya, tapi juga untuk orang lain yang membacanya.***
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
