AtomicEssay

AES 19 Kembali ke Rumah

ratrikendrapenulis arsip3

Konon nama adalah doa. Rumah Belajar, tempat Tumbuh Menjadi Harapan. Di usianya yang kedua puluh, separuh perjalanannya hati bertaut di sini. Tangis tawa sedih haru bungah jangan ditanya. Peluh kesah yang terbayar tunai dengan syukur bahagia kerap tiba. Titik rendah hadir beriringan dengan peluk dan pegangan tangan. Proses, proses, proses. Iya tak pernah mudah, sungguh. Tapi anehnya tak pernah juga merasa sendiri. 

Tahun pertama menjadi orangtua di sini. Banyak keajaiban yang Tuhan beri. Belum genap dua bulan, Sang Bulan perlahan namun tiba-tiba. Berani, sekaligus tenang, yakin menjadi diri. Celoteh tentang teman meluncur tak jemu dari bibir kecil. Gelak tawa sulit dibendung. Ringan lekat menyerta ke mana kaki beranjak. 

Sebuah rumah. Pendopo teduh, teater berdinding papan hitam penuh gambar, pohon jati pelindung terik, tanah tumbuh tunas, rumput penuh jejak kaki kecil, Tabebuya menaungi semua cerita penuh makna. 

Slametan di tahun ini, kembali ke rumah. Dari segala titik penjuru, kami menapaki langkah demi langkah. Menuju tempat belajar, menjadi manusia. Membuat hidangan penuh harapan, bebersih merawat ruang bertumbuh, membuat instalasi dan karya sarat makna. Lalu, bergandengan tangan, memanjat doa kepada Pencipta. Sambil melepas air mata yang santun datang di pelupuk mata. 

"Ya Tuhan, semoga senantiasa 

Kau bukakan hati dan pikiran, 

untuk menerima segala kebaikan" 

Komentar (2)

Andy Sutioso

Duh udah lama ga baca tulisan kak Wiwit lalu akhirnya hadir pagi ini. Nuhuun kakak, Mengamini sedalam-dalamnya.

ratrikendra

Aamiin, hatur nuhuun, Kak Andy. Hatinya penuh, alhamdulillah

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES696 Merefleksikan Selametan Rumah Kita

Hari Rabu dari siang ke sore biasanya dijadikan jadwal untuk hari belajar kakak Smipa. Ada yang pleno - rame-rame untuk topik-topik yang sifatnya luas / konseptual kita memang berkumpul bersama seluruh tim agar kita semua punya pemahaman yang selaras. Di luar itu ada pertemuan-pertemuan juga yang n…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES004 Perkara Makna: Dari Kalah Suit sampai Membacakan Puisi

“Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya.” -Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca Sore itu, saya kalah suit melawan Kak Luna. Tidak tanggung-tanggung, saya kalah telak dengan poin 0-3. Sehingga sesuai kesepakatan awal, yang kalah harus maju sebagai perwakilan SMP untuk menjad…

adhmsm64
AtomicEssay

AES70 (Selametan TP20) Sumbangsih yang tak Sumbang

Sepenggal lirik dari lagu Tentang Rumahku karya Dialog Dini Hari, lagi-lagi membumbung di langit-langit ruang haru dan syukurku. "Adakah yang lebih indah dari semua ini, rumah mungil dan cerita cinta yang megah. Bermandi cahaya di padang bintang. Aku bahagia." Begitu megah gerbang Smipa kemarin (Sa…

matheusaribowo92