AES # 20 Fate And Destiny

Berita pertama yang saya terima ketika tadi pagi baru membuka mata adalah sebuah berita duka. Seorang sahabat kecil saya semasa sekolah di SMA meninggal dunia.
Seharian saya kembali mengenang semasa sekolah di kampung. Pulang sekolah bersama-sama serombongan anak-anak berjalan kaki melalui tanggul sungai lalu naik perahu menyebrang sungai. Itu adalah jalur yang setiap hari kami lalui. Dalam perjalanan pulang kami selalu melewati sebuah tempat yang dijaga seekor anjing yang sangat galak. Kami yang kurus kering pada saat itu sepertinya sangat dibenci anjing itu, dan hampir setiap hari saya dan teman itu dikejar.
Peristiwa keseharian itu sempat terlupakan hingga sekitar 6 tahun lalu kami berjumpa lagi dalam sebuah reuni dan bersama-sama mengenang masa-masa itu sambil riuh tertawa-tawa. Dan pagi tadi sahabat ini pergi menuju Yang Khalik.
Berita pagi ini membuat saya merenung dan berpikir mengenai Fate dan destiny. Destiny itu bagai tempat yang dituju. Tempat di mana seseorang tiba ketika sampai pada akhir perjalanan. Ketika kita berjalan menuju tempat tertentu, setiap langkah yang diambil akan semakin mendekatkan kita pada tujuan. Semakin jauh kita melangkah, maka semakin terpatri diri kita ke arah itu. Begitulah hidup kita! Bagaimana seseorang menjalani kehidupan dan menentukan arah mana yang akan dituju. Kita memilih tujuan hidup kita berdasarkan standar moral yang kita jalani entah dalam sebuah kebaikan maupun keburukan. Tingkah laku kita merefleksikan pilihan yang kita ambil dalam menjalani kehidupan ini.
Lalu apa bedanya fate dibandingkan dengan destiny? Adalah takdir bahwa manusia akan mati, tidak dapat dihindari. Kita tidak dapat merubah takdir, tapi kita bisa merubah destiny. Namun semuanya tergantung pada kemampuan kita mendengar dan membaca suara hati.
Selamat jalan sahabat! Dirimu sudah menemui takdir, semoga dalam pilihan langkah selama menjalani hidup, dirimu sudah mencapai destiny yang kau pilih. Tuhan menjagamu dengan lebih dekat sekarang!***
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31