AtomicEssay

AES 20 "Nak, Ini Gitar yang Sama"

ratrikendrapenulis arsip2

"Ibun, fotoin aku dong. 

Aku juga mau bikin puisi lagu." 

Nak, ini gitar yang sama. Yang kubeli jauh sebelum kau lahir. Ketika aku menabung setahun lamanya, di usia 14 tahun. Pulang-pergi naik bis Metromini jurusan Ciledug-Blok M. Jalan menelusuri terminal, masuk ke Gunung Agung. Membawa gitar dalam dus, yang lebih besar daripada tubuh. 

Ini gitar yang sama. Milik bocah berseragam biru putih yang tak tahu apa itu nada dan kunci. Meyakinkan dirinya bisa, belajar tanpa berguru pada siapapun. Pertama kali menginjak studio dengan teman-teman somplaknya. 

Ini gitar yang sama. Ketika masa SMA, internet masih jadi barang mewah. Mengandalkan majalah bulanan untuk paham kunci lagu terkini. Kadang sumbang, tapi tak mengapa. 

Ini gitar yang sama. Seorang diri di pojok kamar kosan. Seringkali ditemani buku dan lagu pengantar di ujung hari. Menutup momen apapun dengan mencari nada dan bernyanyi apa adanya. Mencari komunitas musik, dan bertemu orang-orang baik di perjalanan. 

Ini gitar yang sama. Berdebu di sudut ruang. Bingung menaruh gitar di mana saat perut membesar. Lalu menjadi ibu baru, tak terpikir waktu untuk kembali memetik senar. Apalagi ketika masa kelam sempat tiba. 

Ini gitar yang sama. Ketika cahaya mulai kembali masuk menyinari hati yang terbuka. Di ujung perjalanan kau menyelami jagad diri. Aku pun kembali menemukan percikan di dalam. 

Ini gitar yang sama, Nak. Yang bisa kau bawa, ketika kita bertumbuh menjadi apa saja. Bisa menghibur hati nan duka. Jadi teman perjalanan menemukan diri, di tengah berselaras dengan alam semesta. Ketika momen bernyanyi bersama, mungkin akan dirindukan. Suatu saat nanti

Komentar (2)

Mega

Kak Wiwit, keren banget tulisannya. Love it!

ratrikendra

Bu Megaa, aduduh nuhuun

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES17 Rindu Bapak

Sejak pindah rumah, perjalanan dari rumah ke kota cukup jauh. Saya harus melewati berbagai medan dan beberapa titik kemacetan. Untuk sampai ke Smipa atau tengah kota butuh waktu kurang lebih 45-60 menit. Perjalanan yang dilalui mulai dari jalan kecil yg masih jelek belum di aspal, pabrik-pabrik sam…

novitadm1342
AtomicEssay

AES10 Nyetrum

Pernahkah kamu sengaja atau tidak menyentuh kulit orang di sebelah, lalu merasa seperti tersetrum? Aku sering. Tapi tidak setiap waktu. Kadang tergantung orangnya, atau kitanya dalam kondisi apa, atau lokasi, atau lagi pakai sandal atau tidak, atau tidak sengaja lagi megang kabel hehe. Sebagaimana…

ratrikendra23
AtomicEssay

AES 05 Musikalisasi - Ilustrasi Puisi

"Ada gadis kecil diseberangkan gerimis di tangan kanannya bergoyang payung tangan kirinya mengibaskan tangis di pinggir padang, ada pohon dan seekor burung." - Gadis Kecil, Sapardi Djoko Damono ---- Sore ini suara duk-duk tetangga depan membangun rumah bersahutan dengan lantunan Ari Reda. Irama dan…

ratrikendra50