AES 215 Tracing Back

Perjalanan kali ini merupakan napak tilas dari sebuah petualangan yang mungkin saya anggap paling besar dan paling penting dalam hidup saya, pengalaman yang membentuk pribadi, karakter dan pandangan tntang hidup. Some of the memories of some period of time that makes me wo I am.
Kita hidup di dunia yang penuh dengan distraksi. Keseharian kita kadang menyesatkan dan melupakan tujuan hidup yang sebenarnya. Kita begitu terbuai dengan rutinitas sehingga kadang lupa bahwa kita pada saat ini jalan di tempat dan hampir tidak ada progres yang berarti karena terlalu terpaku pada hal-hal kecil yang terus mengelayuti keseharian kita. Nah melihat kembali ke masa lampau kadang bisa melihat dan merefleksikan arah yang sebenarnya kita tuju. Butuh saat-saat tertentu untuk memicu kita bergerak ke arah yang benar.
Menghidupkan kembali kenangan pada masa-masa tertentu dapat membantu kita untuk lebih fokus. Kenangan membentuk kita menjadi siapa kita sekarag ini. Mengingat masa kecil, mengenang masa-masa sulit dan membahagiakan mempunyai peran yang penting dalam setiap aspek kehidupan kita. Kita juga belajar dari sejarah, kita belajar dari pengalaman masa lalu. Kita akan dapat mudah bergerak maju dengan mengetahui bahwa kita mampu terlepas dari berbagai kesulitan, sehingga dengan demikian menyemangati masa kini untuk sebuah progress yang lebih besar.
Ada banyak hal-hal yang kita alami dan hanya kita sendiri yang tahu. Tidak semua hal dapat kita google out! Mungkin dengan mudah kita dapat mencari judul lagu yang ibu nyanyikan di masa kecil, tapi tidak ada yang dapat kita perbuat untuk merasakan kembali kedekatan dan afeksi yang kita alami bersama ibu menjelang istirahat malam tanpa mengingat kembali dan masuk kedalam kenangan masa kecil kita. Itu hanya sekedar contoh sederhana, tapi banyak hal-hal lain yang juga tidak kalah esensialnya yang perlu kita hidupkan kembali agar supaya kita dapat membangun semangat dan membuat kita lebih fokus dalam menjalani kehidupan mendatang.
Seorang profesor psikolgi dari Universitas Stanford berkata "We're constantly refining, pruning memories and letting some of them go while we bring in others and integrate them into the network of memories"
Nah itu yang akan saya lakukan dalam perjalanan akhir tahun ini. Menjejakkan kaki kembali ke sebuah petualangan masa lalu sebagai semacam refleksi.***
Foto: gameofwarrealtips.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11