AtomicEssay

AES 219 Teman, Sahabat & Keluarga

joefeluspenulis arsip2

Beberapa hari di awal perjalanan, kami gunakan untuk menemui teman, sahata dan "keluarga sebanyak-banyaknya. Mereka semua adalah bagian dari perjalanan hidup sehingga tali silaturahmi memang perlu selalu dijaga. Sejauh ini kami cukup berhasil dan bahkan kami mendapat teman baru yang belum pernah bertemu sebelumnya. Ya begitulah tali persahabatan dan kekeluargaan kami terbentuk dengan banyak cara yang unik.

Banyak memang pertemanan baru saya terbentuk karena keeratan saya dengan seseorang lalu melebar ke kerabat mereka seperti misalnya saya sebutkan saja namanya Sarah dan Dough. Mereka tinggal di Monterey, California. Kami menjadi berteman karena Jenny, yang merupakan adik Sarah berbagi apartemen di Hawaii, Mengetahui saya melakukan perjalanan ke California, Jenny menawarkan saya menginap di rumah kakaknya. Ya begitulah akhirnya saya berteman dengan Sarah. Hal yang serupa juga terjadi di Cape Cod yang dulu pernah saya ceritakan tinggal di rumah peristirahatan milik sepasang musisi, atau di upstate New York, saya tinggal di rumah orang tua seorang teman.

Berteman ketika hidup d rantau memang sangat penting. Itulah sebabnya saya selalu berusaha mempertahankan ikatan pertemanan yang sudah terbentuk sekian lama. Karena alasan itulah saya beberapa hari terakhir ini dan beberapa hari mendatang akan banyak bertemu dengan teman-teman lama. Sisa-sisa hari dalam perjalanan ini baru akan dimanfaatkan untuk ekplorasi dan memperkenalkan banyak hal pada Kano.

Salah satu kejadian yang lumayan unik baru saja, dan akan saya alami. Saya memiliki host Family di Hawaii. Ini adalah sebuah keuarga yang sangat membantu kami ketika pertama kali pindah ke Hawaii hingga kami settled in. Rencananya kami akan berjumpa pada hari Natal kemarin tapi gagal karena pihak mereka menginginkan kami untuk test covid terlebih dahulu. Saya mengerti karena memang dalam keluarga mereka ada anak-anak kecil yang belum divaksin sehingga memang mereka mau-tidak mau secara ketat menjaga agar mereka tetap sehat dan aman. Nah ini mungkin yang perlu dipelajari oleh orang-orang timur yang seringkali sungkan untuk mengatakan secara terus terang akhirnya justru membahayakan diri sendiri.

Reaksi saya pertama kali memang agak "terganggu", toh saya sudah divaksin, sudah test PCR sebelum berangkat, kenapa mereka menginginkan kami test lagi? Reaksi saya memang agak negatif tapi sesudah semakin lama saya renungkan, saya yakin akan melakukan hal yang sama seandainya itu terjadi pada diri saya. Apakah saya akan terus terang mengatakan pada calon tamu saya demi keselamatan dan kesehatan keluarga saya? Nah ini pertanyaan yang sangat penting dan sulit saya jawab karena sebagai orang Timur kadang-kadang sulit untuk berterus terang! Betul tidak? kemungkinan besar saya akan "compromise" dengan menerima tamu di tempat umum dan menjauhkan anggota keluarga saya yang belum divaksin agar mereka tidak terpapar sekedar menghindari "berterus terang'! Itu kemungkinan yang akan saya lakukan. Tapi ini yang saya ingin tekankan, keluarga! Sebagai keluarga, jika kita memang mengganggap tamu kita sebagai keluarga dan mempunyai peran penting dalam hidup saya, tentu selayaknya saya harus berterus terang! Jika tidak, saya harus mempertanyakan makna keluarga yang saya yakini. Di sini saya begitu respek pada host family saya. Mereka mengaggap kami penting sehingga bukannya mencari aman menemui kami di tempat umum tapi justru mengundang kami untuk berkumpul di rumah mereka seperti dulu selama 10 tahunan setiap ada perayaan keluarga seperti Natal, Tahun baru, Thanksgiving dan lain-lain kami selalu menjadi bagian dari keluarga mereka. Ini mengharukan! Oleh sebab itu siang nanti kami akan melakukan test, begitu hasil negatif kami keluar, kami akan mengungjungi keluarga kami ini.***

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1540 Sebuah Perayaan

Kenapa topik kematian menjadi sebuah hal yang paling jarang diperbincangkan dan menjadi semacam hal yang tabu? Saya tidak terlalu mengerti jika itu dikaitkan dengan semacam rambu-rambu dalam hubungan sosial, tapi jika saya menyelami pengalaman pribadi, terutama akhir-akhir ini saya sangat lekat dal…

joefelus40
AtomicEssay

AES 1523 Mind, Body, And Soul

"I want to go." Katanya. "You may. And I will let you, but not like this. I want you to be healthy, happy, and enjoy your time as much as you can before you go in your sleep." Kata saya sambil menahan desakan emosi dari dalam dada. Dia mengangguk setuju, seberkas senyuman tersungging di bibir nya.…

joefelus35
AtomicEssay

AES 1245 True Love

"Happy birthday, Dad. Panjang umur." Ucap saya pada ayah yang kemarin berulang tahun. Saya belum selesai mengucapkan selamat kepada ayah saya, beliau langsung memotong dan menimpali. "Panjang umur? Kaya gini?" Katanya dengan wajah lucu dan setengah tertawa-tawa. "Sehat dad, sehat." Kata adik ipar s…

joefelus64