AES 252 Respect

Sabtu pagi adalah jadwal saya berolah raga, sesudah istirahat cukup sesorean dan malam hari, saya lumayan segar ketika bangun dan bersiap-siap berangkat ke Gym. Saya baru tahu kemarin malam bahwa salah seorang sahabat mendaftarkan saya untuk ikut serta dalam Transformation Challenge, ini program tahunan yang diadakan di Orange Theory selama 8 minggu untuk berkomitmen berolahraga dan hidup sehat selama 8 minggu. Besok saya harus datang lebih pagi sebelum berolahraga untuk mengisi data dan menimbang berat badan dan sebagainya. 8 minggu lagi akan dilihat seberapa besar transformasi yang telah saya capai dan itu dilombakan, siapa yang transformasinya paling baik dan paling besar akan mendapat hadiah. Saya lupa berapa, mungkin sekitar $500.
Kemarin saya memang agak kurang enak badan, tapi karena pagi hari sudah segar saya memutuskan berangkat olahraga. Ya seperti biasa, di gym penuh dengan keseruan. Saya berhasil membakar hampir 900 kalori. Lalu pulang dengan hati gembira.
Di jalan ada kejadian menarik. Ada segerombolan bebek Canada menyebrang jalan! Mereka berbaris satu satu dan berjalan pelaaaan sekali. Semua kendaraan dari 2 arah berhenti dan menunggu hingga rombongan ini selesai menyebrang jalan! Orang-orang tertawa-tawa mungkin ada juga yang nyengir sambil sebel karenaini bebek-bebek tidak peduli, mereka berjalan perlahan-lahan! Nah herannya, walau saya yakin ada yang jengkel karena perjalanan terganggu, tidak ada yang ngomel, tidak ada yang membunyikan klakson, semua menunggu dengan sabar hingga bebek terakhir melintasi jalanan dan lalu lintas dapat kembali bergerak seperti semula. Ada puluhan kendaraan yang antri menunggu bebek ini selesai menyeberang. Hebat bukan? Manusia menghormati bebek, bersabar, tidak ada yang memaki-maki atau bahkan membunyikan klakson dengan membabi-buta. Tidak! Semua hening, menunggu tanpa ada sumpah serapah, sebagian tertawa-tawa, tersenyum atau bahkan sibuk membuka HP sambil menunggu. Bagi saya ini pengalaman luar biasa! Jadi segera saya ambil HP karena kebetulan saya adalah salah satu yang paling depan. Saya foto bebek-bebek ini hahaha..
Peristiwa ini membuat saya berpikir. Manusia bisa begitu sabar dengan binatang. Mereka menunggu dengan tenang tanpa huru-hara hingga bebek-bebek ini menyelesaikan usahanya untuk menyeberang jalan. Tapi mengapa manusia tidak bisa bersabar dengan manusia lain? Ada orang menyeberang jalan bukan di tempat penyeberangan lalu membuka jendela dan memaki! Atau ada kendaraan yang berhenti sejenak karena suatu alasan, kendaraan lain yang terhenti langsung membunyikan klakson, membuka jendela dan berteriak untuk segera bergerak. Dan banyak lagi kejadian yang menunjukkan kurangnya rasa hormat, kurangnya rasa sabar terhadap orang lain. Kalau dengan bebek mereka bisa dan tidak protes, kenapa tidak bisa melakukan hal yang sama pada manusia lain? Ada yang salah di sini!
Ada yang mengatakan bahwa respect is earned not given! Oke, saya setuju. Kita tidak bisa (atau tidak mau) secara sembarangan menghormati orang lain jika mereka memang tidak berhak dihormati karena berbagai alasan. Tapi satu hal yang saya ingin ingatkan, Sebagai sesama manusia kita wajib menghormati satu sama lain. Itu sudah merupakan keniscayaan, sama seperti kita menghormati diri sendiri, menghormati alam dan menghormati binatang. Level rasa hormat kita boleh berbeda-beda! Sama seperti rasa hormat kita pada diri sendiri yang berkembang dan tumbuh berdasakan pencapaian kita dalam hidup. Kita menghormati boss karena dia telah berhasil melakukan sesuatu melebihi daripada yang kita dapat lakukan, begitu bukan? Tapi bukan berarti mereka yang belum berprestasi tidak patut kita hormati! Itu yang saya maksudkan dengan respect level yang kita berikan bisa berbeda-beda. Sekali lagi, jika manusia bisa menghormati "hak" serombongan bebek yang menyeberang, tentunya kita juga harus mampu menghormati orang lain tanpa perlu melihat atribut mereka maupun prestasi mereka. Kita wajib menghormati semata-mata karena mereka adalah sesama manusia. Dengan binatang saja kita bisa melakukan, tentu akan bisa lebih baik lagi dengan sesama manusia. Begitu bukan?***
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31