AES 254 Blame Others

Tadi saya mengalami kejadian yang menarik di jalan. Saya sedang berkendara ke kantor sesudah istirahat makan siang karena hari ini saya pikir lebih baik makan siang di rumah sambil menengok Kano yang sedang tidak sehat.
Dalam perjalanan kembali ke kantor jalanan agak sedikit lebih ramai daripada di pagi hari. Mungkin kebanyakan orang sedang kembali ke kantor seperti saya sesudah makan siang. Dari West Elizabeth road saya akan berbelok ke kanan ke Shield. Biasa saya berhenti dulu melihat lalulintas dari sebelah kiri, tapi tadi karena saya mendapat lampu panah hijau dan kendaraan dari arah Kanan juga mendapat hijau untuk belok ke Elizabeth, saya langsung berbelok. Memang aturannya tidak perlu berhenti jika mendapat lampu hijau. Pada saat yang bersamaan ada kendaraan dari kanan yang melakukan U-turn. Saya tidak yakin dia boleh melakukan itu, kalaupun boleh dia seharusnya menunggu hingga saya berbelok lebih dahulu karena saya yang mendapat right of way. Dia nekad bergerak tapi ya karena ada saya maka dia harus menginjak rem untuk berhenti. Kendaraan yang lain di belakang dia ada yang membunyikan klakson karena dia berhenti mendadak. Saya juga agak bengong karena kok dia nekad, lagian jalan itu sempit sulit untuk U-turn harus mundur lagi baru bisa U-turn. Si pengemudi menunjuk-nujuk saya dan marah. Karena saya tidak bersalah, ya terus aja berlalu sambil tersenyum dan bilang. "I got greeeeen!"
Orang memang mudah sekali menyalahkan orang lain tanpa melihat apa yang sudah diri sendiri lakukan. Menyalahkan orang lain itu adalah sebagai bentuk menghindari diri sendiri dari rasa bersalah. Menyalahkan orang lain itu adalah tindakan yang sangat mudah untuk mempertahankan diri sendiri dari resiko yang harus dihadapi karena berbuat salah. Menyalahkan orang lain juga merupakan cara yang digunakan oleh mereka yang selalu ingin sempurna. Saya yakin pengemudi tadi tidak tahu bahwa saya memperoleh lampu hijau, sehingga dengan mudah menyalahkan saya karena dia tidak bisa putar arah dan diklakson oleh orang lain yang perjalanannya terganggu karena kesalahan yang dia perbuat.
Kita menyalahkan orang lain itu dengan tujuan untuk menolak bertanggung jawab atau menolak ikut terlibat dalam sebuah masalah. Menyalahkan orang lain adalah tindakan yang paling mudah untuk lari dari permasalahan sehingga berusaha, dan berharap menjatuhkan masalah itu pada orang lain. Menolak bertanggung jawab terhadap permasalahan itu juga berarti mengalihkan kontrol terhadap situasi yang tidak baik. Seperti pengemudi tadi berusaha mengatakan bahwa dia tidak melakukan apa-apa karena dia hanya mau putar balik tapi tidak bisa karena ada saya, jadi itu bukan salah dia tapi merupakan kesalahan saya.
Ada kejadian lain yang pernah saya alami juga di pagi hari ketika di tempat yang sama saya akan menyeberang. Tanda menyeberang sudah menyala sehingga saya mulai melangkah sementara itu ada kendaraan yang berbelok dari sebelah kiri saya. Dia ngerem mendadak dan hampir menabrak saya. Bedanya orang tersebut segera memohon maaf, menunjukkan gesture bahwa itu kesalahan dia dan sepertinya dia kurang hati-hati dan tidak melihat ada orang menyeberang. Saya tentu saja tersenyum dan otomatis memaafkan dengan mengangguk dan tersenyum sambil melambaikan tangan bahwa "It's okay! Don't worry about it." dan dibalas oleh pengemudi itu dengan anggukan dan senyuman pula. Situasi buruk tidak terjadi dan semua baik baik saja.
Manusia tidak lepas dari kesalahan, dan memohon maaf jika melakukan kesalahan adalah hal yang terpuji dan justru orang lain akan lebih respect terhadap orang yang meminta maaf daripada mereka yang menyalahkan orang lain. Bukan begitu? Dengan mengubah cara kita melihat pada sebuah kesalahan yang dibuat tanpa menjatuhkan kesalahan itu pada orang lain merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri senidiri, untuk pengembangan diri. Dengan belajar dari kesalahan kita juga belajar mengambil tanggung jawab, menghargai aspek tanggung jawab dan belajar mengontrol cara hidup dengan lebih baik.***
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11