AtomicEssay

AES 26 - Usada Sunda : Ilmu Pengobatan Berbasis Alam

Gunawan Muhtarpenulis arsip2

Saya sekeluarga, sudah hampir 8 tahun belum pernah ke rumah sakit untuk berobat. Paling saat di Bali, Ningrum pernah ke Sanglah untuk donor darah. Sanjiwani juga pernah ke dokter gigi untuk nambal giginya yang bolong. Sisanya sakit apapun kami usahakan untuk diobati dengan bahan bahan alami.

Kakek saya, yang seorang penganut Ajaran Sunda Wiwitan, semasa hidup sering dimintai tolong didesa kami untuk mengobati berbagai penyakit. Dari meriang, demam, batuk, sampai luka akibat sabetan pacul di sawah. Saya punya banyak memori melihat orang orang datang ke rumah bambu kakek dengan macam macam keluhan penyakit.

Dalam Ajar Pikukuh Sunda, dikenal ilmu pengobatan Usada Sunda, suatu ilmu pengobatan berbasis pengetahuan bahan bahan alam pada hampir 900 jenis tanaman obat. 700 lebih diantaranya bisa dijadikan lalapan.

Kakek wafat saat saya masih SMP, dan salah satu penyesalan terbesar saya adalah dulu tidak berusaha menggali lebih dalam ilmu pengobatan alam yang dikuasainya. Apalagi sebagian besar pengetahuannya berupa tutur lisan. Bukan dalam bentuk buku atau tulisan.

Setelah pensiun dari dunia kerja, saat saya punya banyak waktu menggali warisan Ajaran Sunda, saya baru paham, betapa ilmu pengetahuan ini sangat berharga. Saya coba praktekan sisa sisa pengetahuan yang masih bisa ditelusuri, dan sejauh ini sangat berguna bagi kesehatan saya dan keluarga. 

8 tahun tanpa pernah ke rumah sakit untuk berobat saya kira rentang waktu yang cukup membuktikan, bahwa bahan alam, tidak kalah hebat dengan pengobatan modern.

Di Nusantara, ada lebih dari 9.500 jenis tanaman obat. 1000 jenis diantaranya tercatat diwariskan secara turun temurun diberbagai suku di Indonesia. Baru sekitar 300 tanaman yang telah diteliti dan benar benar terdokumentasi dengan baik.

Dari sisi biodiversifikasi jenis tanaman obat, Indonesia adalah yang paling besar didunia. Jauh lebih besar dari perpustakaan tanaman obat Tiongkok dan India. 

Sayangnya, bagi manusia Indonesia saat ini, ilmu pengetahuan warisan leluhur Nusantara ini sering dianggap sebelah mata. Apalagi bila dibandingkan ilmu kedokteran modern dari dunia Barat.

Padahal tradisi pengobatan berbasis alam di Nusantara sangat kuat dan sudah ada ribuan tahun sejak jaman kerajaan kerajaan besar macam Kutai dan Tarumanagara, jauh sebelum ilmu pengobatan modern muncul di dunia Barat.

Di Sunda dan Bali, ada ilmu pengobatan Usada. Di Jawa ada Serat Centhini dan jamu Jawa. Di Batak ada Datu Batak. Di Sumatera adalah ilmu pengobatan Urang Tuo, Suku Dayak mengenal ilmu Balian Dayak. Suku Bugis mengenal Ilmu Sanro dll.

Semua adalah ilmu pengetahuan pengobatan di Nusantara, yang diwariskan secara turun temurun jauh lebih tua sebelum manusia mengenal bahan kimia dalam ilmu pengobatan Barat.

Catatan gambar ilustrasi :

Ini adalah daun Lokat Mala dan Tempuh Wiyang. 2 tanaman obat yang kaya akan antioksidan, Vit. A, C dan E, flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, fenolik dll. Saya petik pagi ini di depan rumah.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 34 - Perang Dalam Kacamata Spiritual Part 2

Ketika kesadaran memecah mengalami diriNYA menjadi segala sesuatu (Big Bang), salah satu pengalaman yang dialami NYA adalah dualitas maskulin dan feminim. Kedua jenis dualitas itu, terpolarisasi (memecah lagi) menjadi segala sesuatu yang berpasangan (bukan bertentangan), diantaranya adalah kedamaia…

Gunawan Muhtar10
AtomicEssay

AES33 - Perang Dalam Kacamata Spiritual - Part1

Di banyak ajaran spiritual di dunia, 3 kekuatan alam : penciptaan, pemeliharaan, dan penghancuran sama sama diagungkan dan dimuliakan. Ketiganya, yang disimbolkan dengan berbagai istilah : Tri Purusa, Tri Tunggal, dll dipahami sebagai manifestasi kesadaran semesta yang dibutuhkan agar kehidupan ter…

Gunawan Muhtar10