AES 332 Difficult People

“Everyone should look into their own backyard.”
Saya membaca kalimat itu entah di mana. Lalu mengingatkan saya pada percakapan di salah satu WAG alumni sekolah saya dulu. Sebetulnya saya sudah lama keluar dari sana sebab banyak diskusi yang makin lama makin tidak membuat saya nyaman, namun beberapa hari yang lalu salah seorang admin memasukkan saya kembali. Semacam memasukkan dengan paksa begitu karena tanpa ijin sama sekali. Hahaha. Saya akan lihat perkembangannya, jika tidak ada perubahan, mungkin saya akan keluar lagi. Semua anggotanya saya kenal baik, sebab dulu semuanya teman satu kelas. Puluhan tahun kehidupan sepertinya mengubah karakter manusia, demikian juga terjadi pada semua orang yang ada di dalam grup ini, tentunya termasuk saya juga.
Diskusi beberapa waktu terkahir ini sebetulnya tentang menjaga keutuhan kelompok kami, soal tenggang rasa, saling menghargai dan sebagainya. Banyak memang rekan-rekan yang tertarik pada hal-hal tertentu lalu disebarkan dalam kelompok yang kemudian menjadi ajang konflik karena tidak membuat semua anggota nyaman. Lalu karena situasi itu, beberapa anggota mengundurkan diri dan keluar dari kelompok ini.
Di tiap tiap kelompok memang selalu ada orang yang "sulit", orang yang sulit biasanya melawan logic. Mereka tidak sadar akan dampak negatif yang mereka akibatkan terhadap sekelilingnya. Yang mereka anggap baik, seringkali mereka anggap baik untuk semua orang. Padahal khan kenyataannya tidak selalu begitu. Sama dengan orang makan obat. Obat untuk penyakit tertentu itu baik, tapi belum tentu berguna untuk penyakit yang lain. Orang-orang semacam ini memang sering menimbulkan kompleksitas yang tidak perlu dan tidak penting tapi menimbulkan banyak permasalahan.
Sekarang yang saya maksud orang sulit itu apa sih? Ada beberapa kategori, misalnya orang-orang yang selalu berpikiran negatif, senang mencela. Lalu ada juga mereka yang berasa lebih baik dari orang lain sehingga rajin menggurui dan mengkuliahi serta memberi nasihat, merasa lebih tahu dan banyak lainnya.
Orang-orang sulit memang menyusahkan karena tingkah laku mereka irasional, tapi satu-satunya cara adalah diabaikan dan tidak ditanggapi secara emosional karena yang mereka lakukan pada dasarnya sangat irasional. Yang harus dihindari adalah ikut dalam permainan mereka.
Yang berikutnya adalah yang "sehat" harus selalu aware, karena jika tidak dengan mudah orang lain, terutama orang-orang sulit ini, menekan tombol emosi kita sehingga dengan mudah terpancing. Hanya saja bagi saya sering hal-hal semacam ini hanya membuang-buang waktu dan energy sehingga waktu itu saya pamit saja. Hehehe..
Foto: projectaccelerator.co.uk
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31