AES 335 Mengapa?

Di seputar kampus sejak beberapa tahun yang lalu ketika kampanye untuk pemilihan presiden, banyak sticker ditempel di mana mana. Sticker itu merupakan bentuk kampanye di komunitas sekitar kampus yang melawan bentuk kebencian. Tertulis di situ NO Place 4 H8 yang sebetulnya kalau dibaca bunyinya menjadi No Place For Hate. Kenapa sampai begitu? Karena negara seperti terpecah antara kubu politik yang satu dengan kubu yang lainnya. Pada saat-saat itu juga di mana-mana orang memasang stiker, pamflet, baligo bahkan hanya di kertas kardus yang ditaruh di jendela yang menuliskan Black lives Matter gara-gara kasus seorang polisi yang menangkap seorang hitam dengan menekan lututnya ke leher hingga orang hitam itu tidak dapat bernapas dan meninggal. Sebuah keteledoran yang terjadi karena bentuk arogansi lalu situasi dipolitisir hingga terjadi banyak demonstrasi di seluruh penjuru negeri. Kondisi diperburuk dengan ulah presiden Trump yang seringkali tidak masuk akal sehingga situasi kebencian semakin memanas. Dampak peristiwa-peristiwa itu masih belum hilang hingga saat ini. Banyak orang dari warna kulit tertentu yang mendeskreditkan, mem-bully dan melakukan tindak kekerasan terhadap warna kulit lain. Menyedihkan!
Kebencian adalah bentuk emosi yang menunjukkan ketidaksukaan pada suatu hal. Kebencian seringkali berdampingan dengan kemarahan dan bentuk emosi negatif lainnya. Kebencian merupakan bentuk emosi yang aktif yang seringkali diungkapkan dengan bentuk emosi lain seperti misalnya kemarahan. Ketika seseorang membenci sesuatu, maka perhatiannya tertuju pada hal itu dengan ditambah bentuk-bentuk emosi yang negatif lainnya. Kebencian sebetulnya sangat manusiawi, sebuah bentuk emosi tanpa kehadiran compassion, rasa kasih!
Bagi saya pribadi, kebencian adalah pilihan! Merupakan sebuah pilihan meneruskan atau tidak, suatu ketidaksukaan menjadi bentuk yang lebih aktif seperti kebencian. Jika kita tidak menyukai sesuatu kemudian kita mengolah perasaan itu ke bentuk yang jauh lebih positif maka tidak akan berubah menjadi kebencian. Buat apa memupuk sebuah perasaan yang tidak menyenangkan dalam diri kita? Kebencian itu menggunakan banyak energy yang sebetulnya akan jauh lebih berguna bagi kita jika digunakan untuk bentuk yang lain. Betul bukan?
Kebencian seperti yang saya ungkapkan merupakan perasaan yang aktif, dan sering menjadi lebih agresif jika kita semakin memupuknya. Semakin membenci semakin tinggi ketidakberdayaan kita. Jika tidak berdaya maka kita kemudian dikontrol oleh perasaan itu ke bentuk yang jauh lebih destruktif. Kebencian kemudian membuahkan rasa dendam, dan rasa dendam itu mengarah ke bentuk agresif menjadi revenge, balas dendam! Buat apa? Apa untungnya?
Apakah hasil dari kebencian? Seringkali berakhir dengan penyesalan! Silahkan saksikan kejadian akhir-akhir ini. Kebencian berakhir dengan agresi lalu pihak berwenang bertindak, kemudian menjadi sebuah penyesalan, meminta maaf tapi tetap harus hidup menjalani konsekuensi sebagai akibat dari agresi yang sudah terlanjur dilakukan. Bukan begitu?
Banyak sekali aktor-aktor yang terlibat dalam kebencian karena mereka memiliki masalah dengan self esteem! Tindakan yang agresif biasanya dilakukan demi menutupi kelemahan yang mereka miliki. Tidak heran jika agresi itu sering dilakukan bersama-sama dengan orang yang senasib, yang juga memiliki masalah self esteem yang sama.
Banyak faktor lain yang memperburuk ketidaksukaan seseorang pada sesuatu atau orang lain. Prejudice, misalnya, kurang informasi, kondisi yang kurang beruntung yang sedang dihadapi, kurang pendidikan, dan banyak hal lainnya yang kemudian menimbulkan iri hati, merasa terancam karena ketidak berdayaan, dan sebagainya. Dari situ kita bisa menyimpulkan bahwa kebencian terbentuk sebagian karena faktor yang dialami atau dimiliki oleh orang itu sendiri.
Daripada mengkambinghitamkan objek yang lain, mungkin sebaiknya justru orang-orang yang terlibat dalam bentuk kebencian lebih mawas diri, melihat ke dalam diri dan membenahi yang ada dalam dirinya. Masalahnya kebanyakan dari mereka begitu terpaku pada objek yang mereka benci sehingga lupa bahwa kehidupan mereka sudah begitu dalam disetir oleh kebencian. Apalagi di Amerika dimana setiap orang dilindungi haknya dalam berekspresi, jadi memang sangat merepotkan sehingga slogan, banner dan sticker jadi bertebaran di mana-mana! Begitulah!
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11