AES 337 Never Mind Tomorrow

"Do not worry about tomorrow, for tomorrow will worry about itself. Each day has enough trouble of its own." (Matt 6:34)
Ini kalimat pertama yang saya lihat di browser yang baru saja saya buka di HP ketika duduk bersama Nina di sebuah kedai kopi menikmati secangkir kopi dan sarapan sebelum kami nanti akan memulai kesibukan masing-masing. Nina akan bekerja di perpustakaan, sementara saya akan ke gym lalu akan menyibukkan diri dengan beberapa tugas di rumah.
"Order for Hairy..oh.. Harry!" kata barista sambil tersedak karena berusaha menahan tawa. Hairy artinya berambut, dia salah menyebut nama orang yang seharusnya Harry. Seorang pria tinggi dengan rambut pirang bercampur hitam mendekat sambil setengah tertawa sementara teman wanitanya yang masih duduk di meja yang mereka pilih tertawa memperlihatkan sederet giginya yang sangat putih dan rapih.
"I am so sorry", kata Barista yang kemudian disambut dengan gumaman ramah dari pria yang bernama Harry ini.
Saya yang menyaksikan kejadian ini dari kejauhan mau tidak mau tersenyum. Sementara seorang pria yang memakai sweater hijau dengan syal berwarna hijau olive kecoklatan sedang menikmati sepotong roti dengan irisan daging yang dikubur dengan keju yang meleleh-leleh dan seonggok arugula salad entah dengan dressing apa. Makanan itu terlihat sangat enak, membuat saya tertarik walau sebetulnya saya sudah kenyang sesudah menikmati sepotong Mushroom & goat cheese quiche dan butter croissant.
Saya berusaha mememfokuskan perhatian pada present time. Menurut latihan yang ingin saya praktikan, saya harus notice my sorrounding, memperhatikan semua yang ada di sekeliling, berusaha menyerap semua detail yang dapat saya tangkap dari siatuasi sekitar. Biasanya saya menyibukkan dengan pikiran sendiri, menulis atau melakukan kegiatan yang lain tanpa memperhatikan sekeliling saya. Untuk menjadi peka dan mindful, katanya salah satunya dengan memperhatikan kondisi di sekeliling, mengamati segala sesuatu dengan lebih detail. Pada intinya be present in your own life. Being present minded is the key to staying healthy and happy. It helps you fight anxiety, cut down on your worrying and rumination, and keeps you grounded and connected to yourself and everything around you.
"Until tomorrow!" itu yang diungkapkan oleh Richard Castle di film seri TV ketika hari sudah berakhir dan mengucapkan selamat berpisah pada Cate Beckett. "Good night is borring, until tomorrow is more hopeful." Katanya lagi. Ya kita boleh bersiap dan merencanakan esok hari dengan suatu yang penuh harapan, tapi tidak perlu menghabiskan energi untuk khawatir akan sesuatu yag belum tentu terjadi. Karena besok mempunyai kesulitan dan permasalahannya sendiri.***
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31