AtomicEssay

AES #35 Beton

joefeluspenulis arsip2

Kalau dipikir-pikir hidup itu menarik sekali. Kadang kala segala sesuatu dengan mudah bisa dicapai, kadang malah sangat sulit dan penuh perjuangan baru mendapat hasil yang memuaskan tapi sesekali juga hasilnya tidak sepadan. Contohnya beton! Untuk bisa menikmati biji nangka rebus, tangan harus rela berlengket-lengket karena getah, lalu dicuci untuk dibersihkan, kemudian direbus yang cukup memakan waktu lama. Sesudah matang, perlu usaha yang membutuhkan kesabaran dan keuletan untuk mengupas kulit kerasnya sebelum bisa dinikmati. Enak sih, rasanya very starchy dan pulen seperti umbi-umbian. Tapi butuh waktu bermenit-menit untuk mengupas dan hanya sekian detik menikmatinya! Apakah sepadan?

Nah, dalam kehidupan juga kadang begitu. Kita berusaha keras mengejar sesuatu tapi begitu sampai diakhir dan menikmati hasilnya, yah ternyata cuma begitu-begitu saja dan sama sekali tidak spesial.

Persepsi, sepertinya yang mejadi kunci dari banyak hal dalam kehidupan adalah bagaimana kita memandang kondisi yang ada. Mirip seperti gaya hidup Zen yang saya corat-coret kemarin, jika kita hanya terpaku pada hasil maka diakhir perjalanan kita mungkin akan bisa menikmati hasilnya, tapi ada kemungkinan juga gagal, atau kecewa karena hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, lalu kita seolah-olah hanya membuang-buang waktu percuma.Tetapi, jika kita memandang prosesnya, justru mungkin kita akan dapat melihat lebih banyak, belajar lebih banyak dan yang jelas kita bisa menikmati perjalanan yang kita tempuh sebagai bentuk dari proses pencapaian.

Contohnya beton tadi, Kalau kita tujuan akhirnya makan beton tapi menikmati prosesnya dari mulai memotong nangka, kita bisa belajar banyak. Misalnya tangan dan pisau kita olesi minyak supaya tidak lengket, meja kita alasi kertas supaya getah tidak menempel pada meja. Kita juga  belajar bahwa akan lebih mudah jika nangka kita bagi 4. Kita kemudian tahu bahwa bagian tengah nangka tidak bisa dimakan. Sambil mengupas nangka kita juga menikmati prosesnya sambil sekali kali makan buah nangkanya.. enak khan? Akhirnya sampai pada beton, biji nangka kita cuci, kita rebus dengan air garam, belajar berapa jumlah garam yang ditambahkan dengan tepat agar tidak terlalu asin tapi juga tidak hambar. Kita belajar berapa banyak air yang dituangkan sehingga tidak perlu menambahkan air di tengah-tengah saat merebus karena akan butuh waktu lebih lama. Terakhir, kita juga belajar sabar, sesudah beton matang, jangan langsung dimakan karena lebih susah mengupasnya, tunggu sampai kering dan betonnya agak menyusut sehingga ada gap antara kulit dan biji beton.. nah ini saat yang tepat untuk menikmatinya karena mengupasnya akan sangat amat mudah dan beton pun lebih pulen, tidak berair!

Apakah sepadan? kalau kita pandang dari proses awal hingga akhir dan menikmati proses itu, saya bilang sih sepadan. Pengetahuan dan ketrampilan bertambah, nikmat ngemil beton, tapi juga bahagia makan nangka yang legit!!!! hahahaha ini namanya filosofi Beton!!!***

 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31