AtomicEssay

AES 371 Nurani

joefeluspenulis arsip2

Pagi tadi ketika bersiap-siap akan berolahraga saya sempat tercenung membaca sebuah artikel yang diambil dari twitter tentang anak-anak SD yang menjadi korban penembakan beberapa hari yang lalu. Salah satu dari mereka bercita-cita menjadi Marine Biologist, ada yang ingin menjadi pemain sepak bola, dan lain sebagainya. Saya sangat sedih membayangkan mempi mereka direngut oleh orang yang tidak mempunyai nurani. Bayangkan saja, orang macam apa yang dapat melakukan itu? Sangat menyeramkan membaca cerita pristiwa yang buruk itu. Bayangkan seandainya itu terjadi pada diri kita. Bagi saya sendiri, kemungkinan besar saya akan tidak mampu menghadapinya.

Menurut informasi, para pelaku berbagai penembakan yang pernah terjadi dapat dikategorikan menjadi 3 tipe: Pelaku yang traumatik, psikotik dan psikopatik. Pada prinsipnya para pelaku penembakan adalah orang-orang yang "sakit" yang "terluka" yang banyak mengalami tragedi kehidupan yang mengakibatkan nurani mereka tidak bekerja secara normal.

Yang sangat disayangkan, dan sebetulnya sangat mudah dan sangat jelas untuk dipandang bahwa tragedi demi tragedi yang berkaitan dengan penembakan adalah kurangnya pengawasan terhadap kepemilikan senjata! Bayangkan, bagaimana sistem yang ada begitu lapuk sehingga orang yang "sakit" dapat memiliki senjata yang kemudian dapat dipergunakan secara tidak bertanggungjawab? Tidak perlu memiliki titel pendidikan yang tinggi untuk dapat mengetahui bahwa orang sakit tidak selayaknya dapat memiliki senjata! Jika mereka dapat memperoleh senjata, berarti ada dari bagian dari sistem yang berlaku yang tidak bekerja dengan sempurna!

Saya tahu pemerintah berjuang keras dari tahun ketahun, dari pemimpin satu ke pemimpin lainnya untuk berusaha menanggulangi masalah ini. Hanya saja segala keputusan yang diambil semuanya berbau politis atau malah sengaja dipolitisir demi keuntungan pihak-pihak tertentu.

Sambil mengemudi menuju tempat olah raga dan mendengarkan lagu-lagu yang diputar, saya masih terus berpikir dan merasa kesedihan yang dalam. Sebetulnya akan sangat mudah ditanggulangi jika kepemilikian senjata dilarang. Tapi ya itu tadi, semuanya sangat politis. Jadi saya yakin kejadian penembakan yang sudah sering terjadi setiap tahun tidak akan pernah berakhir. Selama senjata masih banyak di jalanan, jangan harap peristiwa penembakan akan berhenti dan ribuan jiwa, ribuan mimpi terhapus, lenyap karena para pengambil keputusan tidak bisa mengatakan "tidak" untuk kepemilikan senjata! Menyedihkan!

Foto credit: Thoughtco.com

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31