AES 383 Don't Wait

Tiba di rumah sepulang kerja saya melepas lelah, duduk di kursi yang nyaman sambil iseng melihat ada unggahan esai apa hari ini, membaca-baca berita dan mengintip sosial media. Hari ini saya hampir tidak ada waktu jeda karena pekerjaan menumpuk, bahkan makan siang pun akhirnya terlambat. Tidak sabar rasanya menikmati akhir pekan dan menjauhkan diri dari tugas dan pekerjaan. Hari ini saya tidak ada kesempatan untuk menikmati kopi sambil membaca tulisan-tulisan teman-teman seperti yang saya biasa lakukan di minggu-minggu yang lalu.
Di sosial media saya lihat sebuah unggahan yang menarik perhatian. seorang kakek dan nenek tertidur di sebuah gondola, kemungkinan besar foto ini diambil di Venesia. Di belakangnya sepasang kakek dan nenek ini ada seorang pemandu yang berpakaian khas, kaos putih bergaris hitam yang sepertinya sedang menahan senyum. Sepertinya kakek dan nenek ini kelelahan dan tertidur ketika sedang berwisata air yang sangat terkenal di lokasi wisata itu. Judul unggahan itu: Don't Wait!
Yang saya tangkap dari foto itu adalah, jangan menunggu hingga kita sudah lelah dan berusia lanjut untuk menikmati hidup karena jika sudah lelah, kita tidak akan mampu lagi menikmati hidup secara maksimal. Kakek dan nenek itu yang seharusnya menikmati wisata malah tertidur. Banyak hal dan kesempatan yang indah terlewat karena tubuh sudah tidak mampu lagi menahan beban untuk tetap terjaga.
Ada sebuah artikel yang pernah saya baca dan mengungkapkan kalimat berikut: Time offers opportunity but demands a sense of urgency. Dari kalimat itu terungkap bahwa jangan pernah menunda jika sebuah kesempatan tiba karena waktu menuntut urgensi! Menunda artinya kita akan kehilangan kesempatan.
Anggap saja kita sedang bermain. Ketika permainan usai, tidak akan ada kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan. Semuanya sudah usai. Urgensi menuntut tindakan sesegera mungkin, saat ini juga, sekarang. Jadi ketika kita memiliki mimpi dan cita-cita untuk masa depan, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menciptakan jalan agar mimpi itu dimungkinkan untuk menjadi kenyataan, dan langkah pertama itu harus dilakukan saat ini, sekarang. Karena jika kita menunggu, maka pada saatnya seperti sepasang kakek dan nenek tadi, kita akan terlambat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31