AttomicEssay

AES 40: Know who you are

zalikasoebardjopenulis arsip2

Aku lahir di tempat di mana banyak budaya bertemu menjadi satu. Makanan, pakaian, dan bahkan bangunan mempunyai makna masing-masing. Di mana “gotong royong” adalah ungkapan yang kita pahami dan jalani sehari-hari. Tempat yang punya segalanya, dari gunung tertinggi sampai lautan paling indah.

Tradisi ini adalah tanggung jawab kita untuk teruskan, biar tidak dilupakan sama generasi setelah kita. Pulau ini sudah ngasih kita banyak cerita, pengetahuan,dsb. Dan cara kita menghargainya adalah dengan berbagi pengetahuan tersebut ke anak-anak kita, termasuk soal budaya. Dari generasi ke generasi, akar budaya kita perlahan-lahan mulai terlupakan, dan itu adalah hal yang perlu kita khawatirkan.

Hal-hal yang datang dari luar juga bagus, kita bisa belajar hal-hal baru tiap hari, budaya baru dan masih banyak lagi. Tapi, hal-hal yang sudah kita miliki selama lebih dari 100 tahun adalah yang perlu kita jaga. Mengetahui siapa diri kita, terutama akar keluarga kita, itu penting banget. Semua orang punya mimpi untuk keliling dunia, mengeksplorasi kota-kota lain, dan mencoba budaya yang berbeda. But when it's time to find home, we always know the way

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AttomicEssay

AES 50: Why UNPAR?

Kofi Annan, former UN Secretary-General, once said, "To live is to choose. But to choose well, you must know who you are and what you stand for." He embodies many things that I deeply admire: unwavering commitment to peace, justice, and ethical diplomacy. He showed that leadership is not just about…

zalikasoebardjo11
AttomicEssay

AES 47: 7 minutes

They say that after death, the human brain lives for seven minutes. Seven minutes where time bends and stretches, just enough time to replay our best memories. The moments that made us feel most alive. The laughs, the hugs, the late-night talks, the quiet peace of being with someone who just gets y…

zalikasoebardjo00