AES 467 19, 20, 21

"Hi, Cory. I have my result. It came back negative! Thank God!" Kata saya melalui Teams
Tidak lama kemudian saya dapat Balasan:
"Jo, I'm so sorry. I have bad news. My result came back positive and I got a call from the health network. I need to go home. I need to grab my backpack from the office really quick and I will leave immediately. I’ll wear a mask." Kata Cory
"Oh no! I'm so sorry!" jawab saya segera.
Cory adalah rekan kerja saya. Kami duduk bersebrangan dibatasi sebuah pembatas ruangan. Kami berdua sering berdiskusi tentang pekerjaan karena kami di team yang sama walau mengurusi unit yang berbeda. Hampir setiap hari kami makan siang bersama.
Mulai siang ini pekerjaan saya langsung banyak menumpuk karena Cory harus segera pulang dan saya mengambil alih tugas dia selama dia mengkarantina diri sendiri. Saya harus menunggu beberapa hari lagi untuk test ulang. Menurut Health Center, saya dianjurkan untuk test tanggal 6 nanti, jadi 5 hari dari sekarang, tapi saya tidak akan menunggu terlalu lama. Jika Cory positif berarti dia terjangkit beberapa hari yang lalu, saya yang selalu bekerja bersama dia setiap hari bisa saja terjangkit bersamaan, jadi saya tidak mau menunggu terlalu lama. Besok akan test ulang, lalu akan test lagi tanggal 6. Saya akan terus memantau kondisi tubuh setiap hari dan sebisa mungkin menghindari banyak orang karena sudah terpapar orang yang positif. Ini mengerikan karena jika saya kena artinya keluarga saya juga terancam.
Saya orangnya sangat sugestif. Begitu tahu Cory terjangkit corona, saya mulai merasakan banyak keanehan dengan tubuh. Tenggorokan mulai terasa kering dan sakit, napas saya mulai terasa berat, dan mulai sakit kepala! Hahaha.. Saya tahu kondisi ini disebabkan karena rasa khawatir yang sedang saya hadapi.
Ketika jam menunjukkan pukul 4 sore, saya sudah ditunggu oleh Kano dan Nina. Tampakya Kano dijemput Nina dari tempat kerja, jadi kami bisa pulang sama-sama. Saya ceritakan kondisi di tempat kerja. Anehnya Kano malah senang. "Good! If you are positive, it means none of us can go to work!" Kata Kano seenaknya.
"You are crazy, I can still get paid if I cannot go to work because of covid, and Mom can still teach online, but you won't be able to work which means you won't get paid." Kata saya.
"It's ok. I can still use my credit card." Kata Kano seenaknya
"Yea, and I have to pay the bill." Kata saya sebab kartu kredit Kano itu nebeng saya yang merupakan primary card holder. Dia bisa seenaknya pakai kartu itu sementara saya tetap yang bayar.
"That's not my problem." Kata dia sambil nyengir dengan wajah yang menyebalkan.
"You do that ad I will cancel your card." Kata saya tidak mau kalah dan dibalas dengan tawa keras. Anak ini memang kurang ajar hahaha..
CDC baru-baru ini mengatakan bahwa masyarakat dianjurkan mendapat booster baru yang lebih ampuh melawan omicron dan vaksin ini akan mulai diedarkan dalam beberapa hari mendatang. Saya akan segera daftar begitu tersedia. Walau sudah mendapat booster lengkap 2 kali tidak ada salahnya saya selalu berjaga-jaga karena pekerjaan saya tidak dapat menjauh dari banyak orang. Ratusan orang setiap hari dan itu membuat saya begitu mudah terpapar virus ini. Jika diperhatikan virus itu terus bermutasi membentuk varian-varian baru sejak covid 19 ini mulai merajalela, entah sudah ada berapa varian baru yang bermunculan, jika semua memakai nomor bukan nama, maka mungkin sudah ada 19, 20 atau 21 hahaha.. Artinya semakin ke sini saya semakin harus lebih berhati-hati karena tampaknya seperti virus flu yang setiap tahun ada varian baru, Covid juga tidak akan pernah hilang dan akan terus berdampingan dengan kehidupan manusia entah sampai kapan. Virus Flu kalau menurut sejarah sudah ada sejak 5 abad sebelum masehi, sejak jaman Hippocrates dan pandemik flu yang terparah terjadi di awal tahun 1900-an yang menelan korban lebih dari 50 juta manusia. Jika Virus flu sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu hingga sekarang, saya yakin Covid juga akan berdampingan dengan manusia untuk kurun waktu yang sangat lama, jadi seperti saya katakan tadi, mungkin Covid tidak akan berhenti dengan angka 19, tapi akan ada lagi 20 atau 21. Yang penting, selama kita selalu melakukan tindakan preventif, sama seperti flu, kita akan baik-baik saja.***
Komentar (1)
Wah. Stay Healthy Joe.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

EAS #59 Brenti Dulu
(Repost from Ning) Saya brenti dulu nulis cerita. Mau ngobrol masalah covid aja dulu walau kayaknya obrolan ini ga ada abis-abisnya. Tadinya sih mau nulis cerita atau apa gitu tapi mood mendadak hilang karena barusan baca berita. Nah di berita yang dirilis oleh Yahoo pagi ini mengungkapkan bahwa 93…
joefelus00
AES #29 Faith, Doubt & Virus
Ini mungkin akan menjadi tulisan saya akan akan melahirkan caci maki atau malah dikutuk! hehehe.. tapi ya sudahlah, toh ada yang namanya hak bebas berpendapat dan saya berjanji akan berusaha tidak menyinggung perasaan siapapun. Jika merasa tersinggung, mohon saya dimaafkan, Ini hanya sekedar concer…
joefelus32
AES #26 Indahnya Berbagi
Indahnya Berbagi. Pernah dengar kata-kata ini? ya, saya juga! Dan reaksi saya kebanyakan negatif karena kata-kata ini nongol di ujung sebuah posting dan lebih dari 50% posting itu tidak akurat. Lalu apa Indahnya? jangan saya disalahkan kalau saya jadi sebel dengan kata-kata ini. Kemarin saya ngobro…
joefelus11