AES 48 Sadness

Saya berkali-kali ganti judul dan topik untuk menulis, dan terus menerus tidak berhasil karena dilanda kesedihan. Kondisi di Indonesia semakin membuat pikiran kacau. Sudah beberapa waktu terakhir ini berita duka semakin gencar dan semakin memasuki lingkaran pertemanan dan keluarga saya.
Sepagi ini saya ngobrol dengan teman-teman jaman SD dan SMP dan sepanjang pagi ini kami berbagi berita duka. Salah seorang teman kedapatan positif Covid beberapa waktu yang lalu kemudian di opname dalam 1 ruangan ICU bersama-sama dengan ibunya. Tadi pagi teman kami itu tiada.
Kondisi semacam ini membuat gundah gulana. Yang bisa kami lakukan hanyalah memberi semangat dan mengingatkan yang sehat untuk selalu menjaga kesehatan serta melakukan tindakan-tindakan pencegahan.
Hidup itu disamping merupakan karunia juga adalah tanggung jawab. Seringkali karena kita merasa begitu religius dan menganggap ada kedekatan yang luar biasa dengan Sang Pencipta lalu menyerahkan semuanya kepadaNya. Menurut saya ini sama sekali tidak bertanggung jawab. Memang saya percaya bahwa umur kita sudah diatur, tapi itu bukan semata-mata diserahkan pada Yang Kuasa lalu kita seenaknya. Sebagai ungkapan rasa syukur, kita harus dapat menjaga dan merawat ciptaanNya, termasuk tubuh kita!
Sering saya begitu jengkel membaca ungkapan kelompok religius yang merasa begitu tebal imannya sehingga melakukan upacara keagamaan tanpa memperhitungkan bahaya yang mungkin dapat dialami jika melupakan aturan kesehatan. Alasannya, "Iman kita kuat dan percaya bahwa Tuhan akan melindungi. Jangan mencobai Tuhan dengan tidak percaya, itu artinya imanmu tidak kuat!"
Jadi ingat sebuah cerita yang kalau tidak salah saya baca dari salah satu bukunya Anthony de Mello (mudah-mudahan tidak salah). Seorang yang sangat beriman terkena bencana banjir, lalu berusaha ditolong 3 kali oleh orang yang berbeda yang datang dengan perahu untuk menyelamatkannya. Orang beriman itu menolak karena percaya bahwa Tuhan akan menolongnya. Akhirnya orang beriman itu meninggal lalu protes kepada Tuhan karena merasa Tuhan tidak menolongnya padahal dia sudah sangat beriman dan melakukan semua perintah Tuhan. lalu Tuhan menjawab," Saya sudah berusaha menolong kamu, 3 kali!"
Yah begitulah.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31