AES 480 Satisfaction?

"When I am taking some time off from work, usually I will finish everything I can before I leave so during my absence, whoever takes over my job won't have to do much." Kata saya pada Cory
"Yea, me too!" Kata Cory
Itu percakapan saya dan Cory, rekan kerja saya, di kantor tadi siang. Saat iu saya sedang menghadapi setumpuk berkas-berkas kerja yang ditinggalkan oleh rekan saya yang lain yang sedang berlibur.
Rekan kerja saya yang sedang berlibur ini memang meninggalkan setumpuk berkas yang akan menghabiskan banyak waktu saya. Ini merupakan hal yang jarang dia lakukan. Biasanya dia pergi tanpa banyak meninggalkan pekerjaan. Mungkin karena dia masih kesulitan menyesuaikan diri dengan sistem baru.
Saya bukan tipe orang yang dapat mengambil kesempatan, atau mengambil keuntungan dari perolongan orang lain. Dulu saya punya rekan kerja yang "seolah-olah" sengaja memanfaatkan siatuasi semacam itu. Jika dia akan berlibur, dia seperti yang sengaja memperlambat kerjanya, sehingga ketika menggantikan saya harus menghadapi setumpuk pekerjaan dia. Aji mumpung! Karena saya tidak menyukai sifat semacam itu, saya tidak pernah meninggalkan pekerjaan saya untuk dikerjakan oleh orang lain. Nah berbeda dengan rekan-rekan kerja yang lain, justru pekerjaan saya hanya bisa digantikan oleh boss saya. Dengan rekan kerja sendiri saja saya tidak tega melakukan itu, apalagi jika yang menggantikan pekerjaan saya itu boss, ya jelas lah saya tidak akan pernah melakukan itu. Itu buat saya adalah semacam courtesy yang selalu saya pegang teguh.
"Coba dulu sendiri sekuatnya, baru minta tolong jika tidak bisa." Itu nasihat ayah saya sejak masih kecil. Sejak kecil saya menjadi terbiasa untuk berusaha sendiri sebelum meminta tolong. Walau seandainya saya harus bekerja dua kali lipat, jika saya mampu maka tidak akan minta tolong.
"Jo, let me know if I can help with anything." Kata boss saya beberapa waktu yang lalu. Dia tahu bahwa dengan sistem baru, pekerjaan saya menjadi beberapa kali lipat lebih padat, ketika ditambah mengurus unit lain yang ditinggal libur, tentu saja boss menjadi concerned dan ketika dia menawarkan bantuan, yang ada di benak saya hanya perkataan yang ayah saya katakan dulu sekali.
Kepuasan, mungkin itu yang saya rasakan jika dapat menuntaskan segala sesuatu tanpa harus meminta bantuan. Merasa dibutuhkan dan merasa berguna, itu memberikan kepuasan tersendiri. Mungkin itu perasaan yang saya selalu pupuk sejak kecil sebagai bentuk respon dari nasihat ayah. Sejauh ini saya merasa senang dengan bentuk kebiasaan ini dan berusaha saya tularkan pada Kano. Mudah-mudahan saja dia dapat merasakan manfaatnya seperti yang selalu saya rasakan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11