AtomicEssay

AES 485 See The World As We Are

joefeluspenulis arsip2

You do not see the world as it is. You see it as you are.

Kita cenderung menganggap masalah-masalah yang sedang kita hadapi merupakan akibat dari kondisi di luar diri kita. Kita berusaha sekuat tenaga mengubah dunia di sekeliling kita dan berharap bahwa segala sesuatu akan menjadi lebih baik. Hal semacam ini jarang berhasil karena tentu saja pikiran kita yang melenceng.

Kalimat pertama yang saya kutip di awal adalah perkataan dari seorang novelis asal perancis, Anais Nin. Yang pada dasarnya ingin mengatakan bahwa apa yang kita simpan dalam pikiran kita berasal dari keinginan-keinginan kita. Dunia yang kita lihat sebetulnya bukan seperti itu melainkan kita melihatnya sebagaimana diri kita adanya. Hidup seperti cermin, Yang kita lihat adalah pantulan diri kita sendiri!

Saya dulu pernah menulis pengalaman bekerja bersama orang yang selalu berpandangan negatif. Segala sesuatu di mata dia tidak pernah ada benarnya. Dia selalu dapat menemukan sesuatu yang negatif yang bisa dia ungkapkan. Dalam hal ini saya sangat kagum, kok ya bisa-bisanya dia menemukan hal-hal seperti itu. Seperti misalnya, suatu waktu kami makan bersama di dining hall, dia makan cupcake sebagai hidangan pencuci mulut. Cupcake itu enak sekali, red velvet dengan frosting yang terbuat dari cream cheese, cupcakenya sangat lembut, mungkin itu sebabnya disebut red velvet... lembut seperti beludru dan berwarna merah. Dengan santai dia berkata, bukannya memuji keenakan kue itu, eh malah dia berkata,"Iya itu Bakeshop, bukannya bagi-bagi ke kantor kalau ada sisa." Saya bengong, loh memangnya dia siapa sehingga dia berhak dikirimi kue oleh Bakeshop kalau ada sisa? hahaha.. Dia akhirnya diberhentikan dari pekerjaan karena "menguntil" sesuatu. Dia merasa 'berhak" mengambil sesuatu karena merasa tidak pernah diberi!

Saya juga pernah menulis tentang persepsi. Orang melihat gelas bisa dari dua sudut pandang, gelas setengah penuh, atau gelas setengah kosong! Tergantung karakter manusia masing-masing. Jika memang memiliki karakter yang lebih negatif maka yang dilihat adalah kekurangannya, sementara jika orang itu lebih bijak dan berpikiran positif maka yang dilihat adalah kelebihannya. Bagaimana kita melihat dunia, tergantung dari pancaran diri sendiri. Itu yang ditekankan oleh novelis Perancis di atas. Yang kita lihat adalah pantulan diri kita!

Nah hari ini saya ingin mencatat di dalam hati untuk bisa terus belajar memandang dunia dan hidup dengan lebih bijak, sebab jika kita mampu melihat keindahan dunia sesungguhnya, artinya diri kita juga indah.

Foto Credit: kidadl.com

Komentar (1)

mmatheusaribowo
Setuju sekali dengan ini, Pak Joe. Karena cermin, kadang kalau sedang menganggap dunia "sedang tak indah", jadi kembali ke dalam diri. Si keinginan-keinginan yang sering memburamkan pandang. Terima kasih tulisannya, Pak Joe.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31