AES 493 Tuman Can Tangtu Ngajadi

"Take moment to reflect on the things you do regularly, that you consider a big part of your life. Do you currently approach them as practices? If not, what might change if you did?" (Brad Stulberg)
Saya melihat sebuah loyang yang berada di atas kompor dengan beberapa buah roti coklat gulung. Oven masih terasa panas pada saat itu dan harum roti yang barusan dipanggang seolah-olah mengelus-elus hidung saya. "Tadi siang saya sudah makan kue red velvet, masa saya tergoda dengan roti gulung ini?" pikir saya. Tapi bentuk roti yang apik dan keharuman yang membuat saya meneteskan air liur ini tidak bisa ditolak.
"You know, when I see a donut, I keep thinking of how many calories that I eat and how painful it is to burn that calories on a treadmills." Kata saya tadi pagi di hadapan dokter ketika sedang check up tahunan untuk memantau Hashimoto syndrome yang saya idap. Saat itu saya sedang "curhat", mengeluh, berkeluh kesah bahwa saya lelah berlomba antara membengkaknya tubuh dan usaha saya untuk mengontrolnya dengan berolahraga. Godaan untuk menikmati sisi-sisi kehidupan dengan konsekuensi yang harus ditanggung menjadi sebentuk dilema yang harus saya hadapi terus menerus. Ingin sehat, ingin menikmati hidup tapi juga tidak ingin menderita. Atau bahasa sederhananya ingin makan enak tapi takut gemuk hahaha.. Terdengar sangat recehan tapi itu sungguh merupakan bahasa sederhana dari kontrol diri dan usaha untuk dapat menjalani kehidupan semaksimal mungkin. Tidak mudah dan butuh dilatih terus menerus.
Kalimat pertama yang saya kutip dari sebuah esai atau blog yang dikarang oleh Brad Stulberg, seorang pengarang buku best seller: The Practice of Groundedness agak menggelitik saya. Saya sepertinya belum pernah melakukan ini, kadang hidup itu begitu otomatis seperti auto pilot yang mengendarai lajunya pesawat kehidupan sehingga lupa akan eksistensi kekinian saya. Semua saya jalani karena merasa sebagai keharusan dan tanpa dipikirkan lagi berjalan begitu saja. Pernahkah saya jeda sejenak dan merefleksikan suatu kegiatan yang memiliki dampak terbesar dalam hidup dan melihat apakah selama ini sudah saya lakukan dengan baik? Jika belum apakah jika saya lakukan dengan baik dapat mengubah saya menjadi lebih baik dari apa yang saya hadapi sekarang?
Menjalani hidup butuh kemahiran, dan kemahiran butuh latihan. Untuk bisa membuat roti gulung yang indah dan enak, istri saya butuh latihan beberapa kali hingga akhirnya berhasil dengan sempurna seperti sekarang ini. Saya ambil sebuah, saya gigit. Terdengar bunyi "kressss" dari kerenyahannya. Rotinya begitu empuk tapi bagian sisi luarnya sangat krispi. Lalu saya mulai merasakan coklat hazelnut yang digunakan sebagai filling. Rasanya bukan main! Enak dan saya merasa indera pencecap dimanjakan. Saya butuh kopi karena lidah ini butuh juga diberi stimulus rasa pahit agar sempurna. Dan saya menyerah pada godaan, 1 tidak cukup lalu saya ambil satu lagi. Artinya sebentar lagi saya harus berolahraga ekstra keras. Saya butuh berlatih mengontrol diri! hahahaha..
Practice means approaching something deliberately, with presence, and with the intention to improve and grow. Anything you value can be a practice.
Saya butuh melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh, dengan tujuan untuk dapat mengembangkan kemampuan dan bertumbuh. Menurut Brad Stulberg, segala sesuatu yang saya anggap bernilai itu dapat dilatih. Dan saya harus melatihnya dengan sungguh-sungguh, dan benar-benar "hadir" bukan hanya otomatis seperti mengemudi dengan auto pilot.
The possibilities are endless, but they all have one thing in common: when an activity becomes a practice it shifts from something you are doing at a point in time to an ongoing process of becoming.
Segala sesuatu bisa dilatih, bangun lebih pagi, menulis setiap hari, berdoa sebelum dan sesudah makan, memasak, mengemudi, dan sebagainya. Dikatakan bahwa the possibilities are endless. Tapi katanya segala bentuk kegiatan itu menjadi sebuah latihan dari hanya melakukan sesuatu di saat tertentu hingga menjadi proses yang terus menerus untuk "menjadi", on going process of becoming! Ini sungguh luar biasa. Yang dilakukan bisa saja sesuatu yang sederhana tapi jika didalami secara sungguh-sungguh yang sederhana itu merupakan bagian dari proses "menjadi"! Ah.. Saya jadi ingat slogan yang selalu diangkat di Smipa yang bagian akhirnya "bisa can tangtu tuman, tuman can tangtu ngajadi! Tuman jika hanya auto pilot tidak akan menjadi! Kita harus selalu hadir, harus ada integrasi, belajar yang terus menerus dan wholeness.
Refleksi itu penting. Dari menyerah gara-gara roti gulung saya mulai berpikir dari esensi melatih diri dalam menjalani kehidupan. Kayanya saya terlalu banyak mikir ini! Tapi saya ingin "hadir" saya tidak mau hanya tuman lalu tidak pernah ngajadi!***
Komentar (2)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
