AES 504 Spontanitas

"Plan to be spontaneous tomorrow." Itu yang saya baca dari selembar kertas kecil dari fortune cookie yang saya peroleh dari restoran ketika menemani Nina makan siang tadi pagi. Saya langsung tertawa terbahak bahak. Entah siapa yang memilih kata-kata ini untuk ditulis di kertas untuk fortune cookie itu. Ini buat saya terlalu konyol karena tentu saja jika sesuatu itu direncanakan maka tidak spontan lagi!
"Kamu kok iseng banget ngambil fortune cookie dan baca kertasnya." Kata Nina ketika tahu mengapa saya tertawa kencang sambil ngomel-ngomel.
"Loh di situ serunya. Karena aku yakin yang nulis adalah orang-orang yang bahasa Inggris atau pengetahuannya pas-pasan. Seringkali tulisannya terdengar keren, tapi kalau dipikir betul-betul artinya ngaco. Ya seperti yang ini!" kata saya sambil langsung meremas kertas itu dan saya lempar ke tempat sampah.
"Ga ada kerjaan!" Kata Nina lagi.
"Hahaha.." akhirnya saya hanya nyengir dan berjalan menuju kendaraan.
Tapi betul, menurut yang pernah saya baca, spontanitas dapat memberikan kesempatan pada pikiran kita untuk melakukan refleksi pada banyak hal dibandingkan hanya melakukan kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan. Spontanitas sangat berguna bagi kesehatan emosional. Spontanitas memicu kita untuk menjadi jauh lebih kreatif, meningkatkan kecerdasan emosi dan intuisi.
Ketika kita masih kanak-kanak, kehidupan kita begitu spontan, dan begitu kita dewasa, hampir segala sesuatu yang kita kerjakan sudah direncanakan. Kita begitu sibuk dengan membuat strategi sehingga mulai kehilangan kreativitas. Begitu sibuknya sehingga free time saja harus direncanakan! Ya, fakta ini begitu menyedihkan tapi ini sepertinya merupakan sesuatu yang tidak dapat kita hindari jika ingin survive dalam menghadapi kondisi masyarakat modern saat ini.
Ketika menjalani hidup yang auto pilot, kita membiarkan rutinitas menguasai keseharian yang mudah sekali ditebak dan membatasi terjadinya perubahan yang tak tertencanakan. Hidup kita selalu dihadapkan dengan berbagai tantangan dan jika hidup kita begitu dikendalikan oleh rutinitas, maka kita menjadi imune karena terus menerus dihadapkan pada pengulangan, kehidupan yang itu-itu saja. Nah spontanitas seringkali dapat memicu instinct dengan catatan kita harus "hadir" dalam kekinian, mindful.
Saya sebetulnya masih ingin ngobrol panjang lebar soal ini, hanya saja sejak semalam saya demam tinggi karena dua vaksin yang saya terima kemarin. Sulit sekali menulis dalam kondisi seperti ini. Mudah-mudahan dapat saya lanjutkan di tulisan berikutnya.
Foto Credit: inc.com
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
