AtomicEssay

AES 507 Rainbow

joefeluspenulis arsip2

Bertahun-tahun yang lalu saya sedang berdiri di depan jendela apartemen di lantai 12, di sebuah lembah sambil menikmati pemandangan pegunungan yang sangat hijau dan asri. Dari kejauhan saya dapat melihat sebuah air terjun serupa garis yang mengkilat. Ini pemandangan yang bisa saya nikmati setiap hari. Saat itu sedang hujan rintik-rintik, tidak terlihat mendung padahal. "Hujan tidak niat." itu istilah saya atau istilah salah seorang dosen Unpar yang pernah saya kenal, menyebutnya "hujan sederhana".

Benar saja, beberapa saat kemudian hujan semakin menipis dan matahari mulai muncul. Hujan "sederhana" ditambah matahari menciptakan pelangi! Dan saya begitu terpana sebab untuk pertama kalinya pelangi ada di depan mata saya, sangat dekat sekali dan berakhir di kerimbunan di dekat sungai kecil di samping gedung apartemen. Tanpa pikir panjang saya turun. Ini kesempatan yang tidak akan kembali seumur hidup. Mungkin hanya sekali ini. Bergegas saya turun dan keluar gedung. Pelangi masih ada dan saya ikuti hingga ke ujung!

Untuk pertama kalinya, dan sejauh ini belum pernah terjadi lagi, saya bisa menyaksikan ujung sebuah pelangi! Busur pelangi ini menyentuh tanah. Saya begitu terpesona hingga berdiri memandangi ujung pelangi itu sambil terpaku. Iseng saya berjalan menembus pelangi, melambai-lambaikan tangan, berusaha menentuh pelangi itu. Tentu saja tidak terasa apa-apa. Pelangi hanya merupakan spektrum cahaya yang dihasilkan oleh refleksi, difraksi, dan refraksi cahaya. Jadi ingat sebuah buku yang selalu saya bacakan untuk Kano "What Makes a Rainbow? oleh Betty Schwartz" ketika balita, lengkap dengan pita-pita, cerita tentang lady bug yang bertanya kepada ibunya tentang pelangi. Banyak cerita yang mengatakan bahwa diujung pelangi ada sebuah ember yang penuh dengan emas hahaha.. Saya telah saksikan dengan mata kepala sendiri dan saya buktikan, jawabannya: TIDAK ADA! hahahaha

Pelangi juga mengingatkan saya pada sebuah lagu, Over The Rainbow. Ini lagu jaman orang tua saya masih balita dari sebuah film The Wizard of Oz dan dinyanyikan oleh Judy Garland di akhir tahun 1930-an. Yang saya suka adalah versi yang dinyanyikan oleh Iz dengan ukulelenya dan digabung dengan lagu What A Wonderful World. Iz adalah kependekatan dari Izrael Kamakawiwo'ole. Seorang penyanyi dari Hawaii yang memiliki tubuh sangat besar seberat lebih dari 750 pounds (340 kg), meninggal beberapa waktu sebelum saya menginjakkan kaki di Hawaii karena komplikasi yang diakibatkan oleh ukuran dan berat tubuhnya di usia 39 tahun. Istri dari Iz adalah suster perawat yang merawat Kano ketika masih kecil. Seorang yang sangat bersahaja dan Kano sangat menyukainya. Jika suster-suster melihat Kano ketika kami sedang check in di regristrasi rumah sakit, tidak lebih dari 1 menit Kano dengan strollernya sudah menghilang "dicuri" para suster itu hahahaha... Maklum kami seperti penghuni di sana, seminggu ke rumah sakit bisa 3 hingga 4 kali!

Lagu Over The Rainbow ini sangat indah. Bagi saya seolah-olah menggambarkan sebuah optimisme akan masa depan, akan harapan yang menunggu diseberang. Tapi pengalaman menyentuh dan bermain dengan pelangi juga sangat unreal karena untuk sejenak saya bisa melupakan segala hal dan bisa merasakan kembali menjadi anak kecil yang bebas dengan imajinasi dan kegembiraan.

Somewhere over the rainbow, way up high
There's a land that I heard of once in a lullaby
Somewhere over the rainbow, skies are blue
And the dreams that you dare to dream
Really do come true
...

foto: farmersalmanac.com

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31