AtomicEssay

AES 51 Decision Making

joefeluspenulis arsip2

(Repost from Ning)

Saya mengambil keputusan yang sangat esensial dalam hidup pada usia 18 tahun. Saat itu saya masih berbicara dengan orang tua dan dengan seijin mereka saya melepaskan diri dari lingkungan keluarga, jauh dari orang tua dan mulai menjalani kehidupan secara mandiri, sebagai orang dewasa.

 

2 tahun kemudian saya mengambil keputusan yang sangat menentukan kehidupan saya selanjutnya. Ini keputusan yang paling penting dalam hidup dan keputusan itu saya buat sendiri tanpa campur tangan orang tua. Kehidupan saya berubah total sejak saat itu. Apa yang saya alami saat ini adalah akibat dari serentetan peristiwa demi peristiwa yang dimungkinkan karena keputusan itu. Pada saat itu Ibu saya terlihat ragu dan mengungkapkan kekhawatirannya ketika saya memberitahu keputusan yang sudah diambil. Entah apa tepatnya yang saya katakan, tapi saat itu saya mampu meyakinkan bahwa segala sesuatunya akan baik dan mengatakan bahwa mereka tidak perlu khawatir.

 

Peristiwa itu kini berulang tapi saya dalam posisi yang terbalik. Saya sebagai orang tua dan Kano sebagai saya puluhan tahun yang lalu. Ini berat, sangat berat. Seingat saya, ketika puluhan tahun yang lalu mengambil keputusan tanpa campur tangan orang tua, rasanya tidak seberat saat ini ketika peran saya terbalik, sebagai orang tua.

 

Seandainya saja saat ini saya bisa bertanya pada ibu tentang apa yang beliau rasakan dan pikirkan mendengar keputusan yang saya buat, mungkin saya bisa belajar dari situ. Belajar konsekuen terhadap keputusan yang saya buat pada saat itu tidak mudah, penuh pahit getir dan keringat. Tapi saat ini sangat berbeda karena saya sebagai pihak yang menyaksikan, bukan yang menjalankan. Memikirkan ini saya semalam tidak bisa tidur.

 

Ini memang tahap yang sangat esensial dalam perkembangan menuju kedewasaan dan juga merupakan titik awal menuju keberhasilan dalam hidup yang dicita-citakan. Orang tua berperan sebagi supportive agents. Saya harus mampu melihat apakan keputusan yang dia ambil berdasarkan keputusdan emosional atau bukan. Sebagai orang tua saya harus mampu menyuarakan pemikiran yang praktis tapi juga compassionate. Saya harus bisa mendampingi dia dalam mengambil keputusan yang logis bukan emosional.

 

Kemampuan remaja dalam mengambil keputusan memang belum matang sejalan dengan perkembangan otak yang masih dalam tahap pertumbuhan. Orang tua dapat membantu dan men-suport para remaja dengan cara memperkenalkan bahwa risk-taking memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan, tapi jika orang tua melihat jika remaja mengambil risiko yang berbahaya atau mengambil keputusan yang tergesa-gesa, maka sebagai orang tua sudah selayaknya menjadi voice of reason, membantu dia menimbang baik buruknya dalam bertindak, mempertimbangkan konsekuensinya sebelum mengambil keputusan. Orang tua berperan sebagai penyeimbang dan pendamping jika dibutuhkan ketika kehidupan menjalankan perannya dalam proses pembelajaran.

 

Remaja cenderung berani mengambil risiko. Ini proses yang sangat berharga. Orang tua harus memberikan kesempatan para remaja untuk mengambil resiko sementara dalam prosesnya orang tua membantu menujukkan batasan-batasan agar mereka tidak membahayakan dirinya. Keputusan-keputusan yang remaja ambil akan menjadi pelajaran yang sangat berharga , membentuk karakter dan memperoleh pengalaman-pengalaman hidup. Peran orang tua adalah mendampingi mereka agar dapat mengambil keputusan yang bijak, mengambil risiko yang sehat dan belajar dari kesalahan. Yang penting adalah menjaga mereka agar tetap bermain dalam teritori yang aman.

 

Sesudah berpikir demikian, baru saya bisa tidur lagi!***

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31