AES 534 Kebanyakan Mikir

Ada yang berkata bahwa:"Overthinking kills happiness". Kalau pernah mendengar kutipan itu, anda tidak salah dengar dan memang begitu. Terlalu banyak mikir menurut saya malah tidak hanya menghilangkan kebahagiaan, tapi lebih dari itu. Terlalu banyak mikir malah menggerogoti diri, tubuh dan banyak lagi seperti misalnya sulit tidur, depresi dan sebagainya.
Selama setidak-tidaknya 5 atau 6 tahun terakhir, terutama di akhir dan awal tahun saya selalu dilanda kekhawatiran. Banyak keterbatasan yang saya miliki membuat situasi begitu menyulitkan. Soal perijinan, pengadaan dokumen dan sebagainya banyak menyita pikiran. Yang menjadi concerns saya adalah masalah timing. Jika tidak mempersiapkan diri jauh-jauh hari, ada kemungkinan perijinan terlambat dan akan merembet ke masalah lain yang jauh lebih serius. Ini sangat melelahkan, dan selalu berulang-ulang setiap tahunnya.
Selama bertahun-tahun saya menghabiskan banyak malam tanpa bisa tidur nyenyak. Pikiran dan kekhawatiran seolah-olah mengambil banyak waktu saya sehingga sulit berkonsentrasi dan sulit beristirahat. Itu berlangsung berhari-hari bahkan berbulan-bulan hingga semuanya berakhir ketika semua dokumen akhirnya selesai dan diterbitkan. Semua kekhawatiran dan pikiran-pikiran itu sebetulnya tidak perlu terjadi toh akhirnya semuanya baik-baik saja. Tapi ya begitulah manusia, ketidak-pastian membuat kita semua selalu khawatir.
Saya ingat pernah membaca sebuah cerita, kalau tidak salah dari salah satu tulisan yang berkaitan dengan topik yang dibahas oleh Sadhguru.
Pada suatu hari ada seorang turis yang bertanya kepada salah seorang peduduk.
"Berapa jauh Isha Yoga Center dari sini?"
Seorang anak desa itu menjawab," Sekitar 24 ribu mil"
"Haaah? Kok jauh sekali?" Kata turis itu kaget
"Memang jauh kalau mengikuti arah yang anda pilih, tapi kalau putar balik cuma 4 mil." Jawab anak itu.
Jadi pada intinya, kesulitan seringkali tanpa sadar memang kita pilih sendiri. Hal yang tidak menentu memang sering menimbulkan kekhawatiran. Banyak hal yang berada di luar diri kita dan tidak memiliki kontrol atas situasi itu membuat kita tidak berdaya dan ketidak-berdayaan itu akhirnya membuat kita begitu khawatir. Nah bagaimana kita menyikapi kondisi itu yang menentukan situasi yang akhirnya kita alami. Ketika itu terjadi kita mulai terjebak dalam lingkaran berbagai pikiran. Saya setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Sadhguru:
"The moment you get identified with something other than what you really are, the activity of the mind begins. You cannot stop it."
kita, atau lebih tepatnya saya, terlalu banyak mikir. Ketika pikiran terus menerus menyita hidup, maka kebahagiaan akan lenyap. Saya dihantui banyak hal yang sebetulnya pada akhirnya tidak banyak berarti bahkan tidak terjadi sama sekali. Begitu pikiran itu menghilang, justru di situ kebahagiaan mulai timbul. Tapi bagaimana caranya untuk berhenti dan tidak terlalu banyak berpikir? Sepertinya saya harus lebih banyak memahami nasihat-nasihat Sadhguru dan menjalani latihan-latihan yang terus dilakukan secara teratur. **
Foto Credit: Pexels.com
Komentar (2)
https://ririungan.semipalar.sch.id/kak-andy/blog/4598/aes36…
Baca tulisan ini jadi ingat posting pertama @aileenlais yang judulnya Terlalu Banyak Berpikir. https://ririungan.semipalar.sch.id/aileenlais/blog/593/aes0…
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
