AtomicEssay

AES 57 Satu Untuk Semua

matheusaribowopenulis arsip2

"Mengubah 1 kelas bisa dengan mengubah 1 anak, mengubah 1 anak perlu mengubah 1 kelas.

Lika-liku seru menjadi seorang kakak (guru) adalah bagian tak terpisahkan dari keseharianku. Dalam hitungan waktu, memang baru 5 tahun mengampu peran yang kupilih sendiri ini. Tetapi cerita kehidupan datang seperti hujan setiap harinya. Rintik-rintik canda dan tawa menghiasi kebersamaan dengan teman-teman sepermainan di kelas. Seperti cuaca, rupa-rupa rasa hadir, diterima, lantas dilepas dengan rasa syukur dan lapang dada. 5 tahun yang terasa begitu penuh. 

Sekali waktu, ada yang bertanya tentang kutipan atau kalimat pegangan sebagai kakak (guru). Kujawab yakin, "To teach is to touch lives forever." Betapa tidak, setiap hari laku dan ucapanku bisa dilihat dan dirasakan oleh teman-teman kecil. Selalu percaya bahwa anak lebih peka dan menggunakan "rasa" dalam interaksi dan pengalamannya memandang dan mengenali dunianya. Tak ada yang tersembunyi dan disembunyikan dari tatap tulus dan sentuh lembut mereka. Pun apa yang mereka terima dariku. Tak pernah tahu sejauh dan sedalam apa kami (kakak atau guru) pun kita semua menyetuh dan membekas bagi hidup anak maupun orang lain. Penerimaan anak atau orang lain tak bisa kita kendalikan, tetapi bagaimana dan upaya kita memberi kesan, sepenuhnya dalam kendali kita.

Keseruan kelas yang selalu berbeda dan berdinamika, membawa refleksi tentang bagaimana menyentuh hidup seorang anak atau secara umum sekelas. Sebab proses setiap anak pasti berbeda dan istimewa dengan cara masing-masing. Namun, ada upaya dan pengondisian yang bisa membantu anak (bahkan diri kakak sendiri) menemukan bintangnya. Seperti pada kalimat pertama dalam tulisan ini, maka mengubah 1 kelas dengan satu anak, ialah dengan membuat seorang anak menyadari bahwa dirinya bagian dari kelas. Pendekatan personal (apresiasi) dan memberi peran khusus (rahasia) di kelas sehingga membuat anak merasa ada dan berada di kelas. Kesadaran ini juga menjadi landasan untuk banyak hal lain dalam kehidupanya mendatang di masyarakat. Seorang anak bersituasi yang meraih bintangnya akan turut menerangi bintang lain untuk saling berbagi cahaya dan menghangatkan.

Sementara mengubah 1 anak perlu mengubah 1 kelas ialah dengan membangun rasa aman dan nyaman pada setiap anak untuk menjadi diri sendiri di kelas. Ini berbicara penerimaan. Bahwa setiap kita bisa dan boleh menjadi tidak "sempurna", tetapi itulah sempurnanya kita sebagai anak, sebagai manusia. Bisa dan boleh salah, gagal, lupa, sedih, bahkan menangis, tetapi juga mengetahui bahwa ada "rumah" (kelas) yang menerima apa adanya dan memberi dukungan. Dalam hal ini, membangun rasa dan kepekaan untuk Silih Asah, Asih, dan Asuh di kelas. Membangun suasana kelas yang saling menerima dan mendukung tanpa syarat adalah syarat untuk juga mengubah seorang anak meraih bintangnya. Sehingga nantinya bintang diraih bersama-sama. Hingga para bintang menyinari semesta raya yang lebih luas lagi. Bahkan di luar sana, bintang yang sendiri pun tetap terasa cahaya dan keindahannya. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES832 Foto Favorit Guru dan Murid

Sore kemarin kak @innocentiaine mengirim WA menanyakan kalau saya punya foto yang pas untuk dijadikan ilustrasi dari proses pembekalan kakak-kakak baru sore hari ini. Saya cari-cari dan entah kenapa ingatan saya selalu kembali ke foto di atas ini. Foto ini kemudian saya kirimkan ke kak Ine dengan c…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES15 Bertumbuh Bersama

Hari ini, seperti biasa, aku membersamai anak-anak Forum Anak di Kelas Minat dan Bakat. Namun, ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuat hatiku menghangat dan penuh rasa bangga. Satu per satu, mereka menyanggupi tantangan roleplay menjadi tutor secara bergantian sedangkan aku duduk dan menyima…

Asa00
AtomicEssay

AES0015 Belajar Dari (Proses) Belajar

Belajar dari keberhasilan orang lain? Kita hanya akan terjebak untuk bisa seperti orang itu, bukan bisa seberhasil orang itu. Makanya parsial. Lebih utuh dan masuk akal, kita belajar dari proses keberhasilan orang lain, begitu juga kita belajar dari proses kegagalan orang lain. Misalnya ada seorang…

Naufal31