AES 573 Sakit

Saya sebetulnya tidak berencana untuk menulis hari ini. Tubuh saya serasa babak-belur dan seingat saya selama 6 tahun di sini saya belum perah sakit hingga seperti saat ini. Batuk tidak pernah berhenti sehingga seluruh tubuh sakit-sakit. Pernah merasakan seperti itu? ketika kita batuk seluruh tubuh berkontraksi sehingga saya merasakan kesakitan terutama di daerah abdomen. Jadi sepanjang hari saya berusaha untuk tidak batuk dengan tidak banyak bergerak dan mengatur napas dengan sehalus mungkin. Itu sudah bisa saya latih sejak kecil karena dulu saya punya ashtma.
Kemarin saya ijin tidak masuk kerja. Di tempat kerja ada kebijakan bahwa jika karyawan sakit, apalagi jika gejalanya mirip dengan Covid, diminta untuk tinggal di rumah. Jangankan bekerja, tidur saja saya menderita karena saya merasa sangat kedinginan walau suhu tubuh ternyata hangat, belum bisa dikatakan demam karena masih di batas atas normal.
Saya juga berusaha menjauhi siapa saja, bukan apa-apa, saya tidak tahu dengan jelas apa penyebabnya sebab saya belum bisa menemui dokter karena jadwalnya tidak ada yang kosong. Baru Senin nanti saya bisa ke sana, itu juga agak sulit karena saya tidak berani nyupir sendiri dan Nina sedang sangat amat sibuk di akhir tahun ini. Jadi untuk sementara saya makan obat penghilang rasa sakit, penurun demam yang selalu ada di lemari obat. Saya tidak punya obat batuk, kemarin hanya meminum sisa dan hanya cukup untuk 2 dosis. Begitu agak siang saya rencananya akan ke supermarket mencari obat batuk. Saya akan jalan kaki perlahan-lahan saja.
Walau ada matahari, ternyata di luar angin lumayan besar dan suhu -4 derajat. Buat orang yang sedang tidak sehat, ini kondisi cuaca yang tidak menyenangkan. Setiap angin berhembus, tubuh saya rasanya seperti disayat-sayat pisau tajam. Pedih dan menyakitkan. Saya berusaha berjalan di sisi yang yterkena sinar matahari karena di situ lebih hangat daripada di tempat yang teduh. Jarak dari rumah ke supermarket tidak terlalu jauh, mungkin sekitar 2 block besar, sekitar 800 meter jauhnya. Saya yang sudah sangat terbiasa berjalan kaki, itu jarak yang sangat dekat, tapi ketika dilakukan dalam kondisi tubuh yang tidak baik, ternyata sangat menyengsarakan.
Tiba di supermarket, saya langsung ke lorong obat. Tidak ada satupun obat batuk untuk dewasa yang tersedia. Raknya kosong! hanya obat batuk untuk anak-anak! Saya sangat kecewa karena untuk ke tempat itu, butuh usaha keras. Saya harus pulang dengan rasa kecewa.
Tiba di luar supermarket saya merasa lapar. Baru sadar sudah lewat pukul 2 siang dan saya belum makan apapun sejak pagi, hanya minum coklat panas. Saat itu yang saya inginkan hanya roti lapis yang dipanggang dengan keju meleleh (kalau ada). Jadi saya mampir ke warung roti lapis. Saya memesan KGB, entah artinya apa hahaha, sebab isinya sama sekali tidak berbau Rusia. Hanya roast beef dengan horseradish sauce, lettuce, bawang, jamur dan paprika. Ternyata saya harus menunggu cukup lama, hampir 30 menit hanya untuk 8 inci roti lapis. Ya sudah, saya tidak punya selera untuk makan makann yang lain. Sandwich itu enak sekali dan itu makanan saya satu-satunya kemarin. Hari itu saya habiskan dengan banyak istirahat dan tidur.
Foto credit: telegraphindia.com
Komentar (2)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
