AES 585 Untuk Tahun Depan

Sudah beberapa kali saya menulis soal New Year's Resolution. Saya bahkan kutip beberapa tulisan termasuk dari Wikipedia yang menyatakan bahwa secara statistik 88% masyarakat gagal dalam menjalankan New year's Resolution. Banyak alasan mengapa kebanyakan orang gagal, misalnya kurang bersungguh-sungguh, target yang ingin dicapai tidak realistik, tidak memonitor perkembangan dengan baik dan bahkan ada yang alasannya lupa! Hahaha.. Banyak sekali alasannya. Tapi dari semua itu yang saya ingin tekankan benar-benar adalah keseriusan dan masalah ke-realistis-an. Itu saja.
Kenapa saya mengangkat soal keseriusan? Mudah sekali, jika ada orang lupa soal resolusi tahun baru, jelas-jelas orang yang bersangkutan tidak serius. Bagaimana bisa lupa kalau niatnya sungguh-sungguh, bukan? Tidak memonitor perkembangan, nah ini juga menunjukkan ketidak seriusan. Jadi keseriusan merupakan salah satu kata kunci.
Kedua, masalah apakah resolusi yang kita pilih itu realistis atau tidak. Jika kita sangat menyukai kopi, ya tentu saja jangan membuat resolusi berhenti minum kopi misalnya, sebab itu tentu saja akan gagal. Realistis itu harus selalu dikaitkan dengan niat. Jika kita tidak bersungguh-sungguh dan meniati, jangan membuat resolusi karena percuma. Resolusi harus realistis, yang doable. Itu kunci kedua. Jika kita memilih yang tidak doable, jangan harap resolusi itu akan tercapai. Dan sekali lagi, kita harus betul-betul niat. Jika tidak benar-benar niat, itu juga percuma.
Resolusi tahun baru biasanya berkaitan dengan behavior. Bukan begitu? Saya akan mencontohkan beberapa hal yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Yang pertama misalnya hidup lebih sehat. Nah kriteria hidup yang sehat itu sulit diukur. Apa itu hdup sehat? Tidur cukup? Minum cukup? Rajin berolahraga? Mengurangi makanan manis? Mengurangi karbohidrat? Mengkonsumsi lebih banyak serat? Banyak sekali bukan? Nah jika hanya mengatakan hidup lebih sehat dan sulit diukur, maka saya jamin akan gagal. Saya akan lebih menyederhanakan "hidup sehat" itu. Misalnya saya akan makan sayuran 3 kali seminggu, Makan nasi satu kali sehari, olahraga 3 kali seminggu dan mengurangi gula setengah dari biasa. Nah itu semua akan lebih mudah dilakukan. Contohnya kopi, misalnya. Saya membiasakan diri jika memesan kopi dengan meminta half sweet, jadi kalau 1 gelas besar kopi biasa diberi 4 pump syrup, saya hanya minta 2 pump saja. Mudah khan? Semua itu akan menjadi kebiasaan jika kita lakukan secara teratur dan ujung-ujungnya pola hidup akan berubah dengan sendirinya. Itu yang dimaksud dengan behavior.
Apakah resolusi akhir tahun atau resolusi tahun baru itu bisa mencapai tingkat keberhasilan hingga 100%? Tidak juga. Tahun 2022 saya berani menyatakan tingkat keberhasilan saya hingga 80 persen. Sangat menjanjikan bukan? Artinya saya hanya tidak berhasil sebanyak 20%. Itu sudah cukup baik daripada hanya beberapa minggu lalu bubar. Saya tidak mampu berhasil 100 persen karena banyak faktor. Saya harus menjalani operasi, menjadi salah satu kendala terbesar. Rutinitas saya terganggu, kemudian menjadi semakin tersendat lalu terhenti. Tidak apa, tahun 2023 saya akan coba lagi dan itu artinya saya hanya punya waktu 1 minggu lagi untuk memulai, minggu depan!
Menulis menjadi salah satu bentuk resolusi saya dan untuk hal ini saya berhasil 100%. Saya belum berhenti sampai sekarang. Selama tahun 2022 saya berhasil menulis tanpa henti setiap hari. Nah ini mudah dicapai karena sangat mudah diukur, saya hanya perlu menulis 1 esai setiap hari. Hehehehe... Coba bandingkan jika saya mencanangkan menulis 365 esai, sepertinya sebelum mulai semangat saya sudah kendor karena 365 itu angka yang tidak kecil, beda dengan mencanangkan menulis 1 esai setiap hari. Sekali lagi yang kita "mainkan" adalah behavior, jadi cara memandang juga harus yang sederhana dan memberikan kesan doable.
Foto credit: iamfearlesssoul.com/daily-writing-practice-change-life/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11