AES #60 Museum Batik Pekalongan 3

Lalu di Ruang Pamer dua, berisi banyak sekali batik nusantara. Jadi di ruangan ini, terdapat batik dari seluruh daerah tempat. Dan juga ada batik mancanegara(dari luar negeri). Jadi batik dari luar negeri memakai malam juga tetapi tidak memakai canting karena canting asli dari Indonesia. Perbedaannya apa? Motif batik Indonesia lebih detail karena memakai canting dan batik luar negeri motifnya polos, tidak banyak detail.
Dan di Ruang Pamer ketiga, semua berisi dengan motif batik asli pekalongan. Seperti batik yang terpengaruh oleh bangsa Belanda, Buketan. Motif ini dipengaruhi oleh seorang istri dari suami yang kerja di Pekalongan. Istri yang bernama Eliza Van Zuylen melihat kerajinan batik ini menarik dan ia jadi penasaran dan akhirnya membuat motif mengenai rangkaian bunga (buket) dan dibuatlah namanya Buketan. Dan dari itu, dibuatlah Buketan tiga negeri, warna dari tiga daerah, pekalongan warna biru, Lasem warna merah dan Solo warna coklat. Setiap warna juga melambangkan warna kekuasaan daerah. Seperti warna biru, warna bangsa Eropa, merah warna China dan Coklat Indonesia.
Selain itu ada motif yang bisa dibilang paling populer, motif Jlamprang yang berarti jalanan perang karena dahulu saat batik dibikin, jalanan penuh dengan tentara Belanda. Lalu ada motif batik Jawa Hokokai, motif yang biasa dipakai untuk sarung dan memiliki dua motif di satu kain, jadi depan belakang beda motif. Adanya motif ini dikarenakan dahulu di masa Jepang, terjadi susah kain dan oleh sebab itu dibuatlah motif ini yang dipakai untuk pagi dan sore tanpa ganti kain. Untuk pagi hari, warna yang ditampilkan gelap dan yang coklat di dalam. Dan sore hari warna yang ditampilkan warna coklat dan gelap di dalam. Lalu ada batik Terang Wulan, kain yang dibagi dua bagian, ada yang polos dan ada yang bermotif. Jadi motif polos yang biasanya putih diatas dan yang bermotif di bawah, hal ini dikarenakan yang polos dilihat di kain jadi terlihat terang, sama seperti namanya.
Lalu ada batik lung-lungan(tanaman umbi-umbian), di motif pasti ada rambatan seperti akar tumbuhan umbi-umbian ini. Filosofinya, hidup manusia ini pasti selalu bertumbuh. Dan terakhir motif Rifaiyah, salah satu motif yang terpengaruh agama muslim. Tidak boleh ada motif yang isinya makhluk hidup, jadi di gambarnya biasanya makhluk yang sudah mati dan terkadang hanya ada bagian-bagian dari binatang tersebut seperti hanya ada badan tidak ada kepala.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES #86 Aku dan kelompok Oya
Kami KPB K12 Aek Toba sudah melakukan 3 pertemuan bersama SD K6 Kelompok Oya. Jadi di pertemuan pertama kami memperkenalkan Kelompok Oya dengan Energi. Kita diskusi tentang energi yang sangat misterius dan membuat kami semua bingung, termasuk akunya hehehe. Lalu di pertemuan kedua, kami yoga di pag…
Jose20
AES #85 River Cleanup
Halo semuanya, udah lama ga nulis AES. Jadi selama ini tidak menulis aku jadi merasa bersalah karena sebenarnya punya waktu untuk nulis tapi selalu ditunda dan malas. Selama ga menulis AES, aku gabung ke suatu komunitas yang disebut River Cleanup. Sebenarnya sudah dari Agustus tapi aku ga pernah nu…
Jose50
AES #84 Logical Fallacy
Tadi siang KPB kedatangan tamu mengadakan Bale Ajar (kelas semesta). Bersama Kak Adel kita belajar mengenai dasar-dasar logika. Dan salah satu topik yang dibahas adalah kesesatan berpikir atau Logical Fallacy (Sesat Pikir). Jadi, Logical Fallacy biasanya “menipu” dan “meracuni” orang yang mendengar…
Jose60