AES 606 Low Mood

Badai akan segera datang. Menurut ramalan cuaca sore nanti salju akan turun. Teman-teman di tempat kerja, termasuk boss saya langsung menyilangkan jari-jarinya karena mereka semua berharap akan ada snow day (istilah untuk kampus tutup karena kondisi cuaca), sehingga kita tidak perlu bekerja. Hahaha.. Dalam hati saya tertawa walau saya ikut-ikutan mereka biar seru. Saya tertawa karena ramalan hanya mengatakan kami akan mendapat salju paling setinggi antara 10 hingga 15cm saja. Ketebalan semacam itu biasanya tidak cukup untuk dijadikan snow day. Butuh setidak-tidaknya 2 kali lipat. Tahun lalu ada beberapa kali snow day. Pertama karena memang salju tebal, kedua karena udara terlalu dingin dan licin, sehingga kampus tutup. Ya, berharap memang boleh, mumpung gratis dan juga seru hahaha..
Itu tadi pagi. Kami ngobrol karena kami semua berbondong-bondong ke kantor Kelly, boss kami yang hari ini berulang tahun. Saya biang keladinya, yang membocorkan informasi ulang tahun boss ini ke teman-teman.
"Joooo...." Teriaknya sambil menunjukkan jarinya ke saya. Saya hanya tertawa saja di belakang teman-teman.
Itu tadi pagi ketika masih ramai dan seru. Siang ini saya sendirian menghadapi meja kerja dan 3 layar monitor. Entah mengapa tiba-tiba mood saya merosot dan merasa sedih. Terus terang saat ini saya tidak punya alasan untuk bersedih, bahkan seharusnya gembira karena sepertinya akhir-akhir ini segala sesuatu menunjukkan hasil yang sesuai dengan yang saya harapkan. Apakah mungkin karena di luar begitu kelabu, mulai kehilangan sinar matahari karena badai semakin dekat? Atau karena kebetulan lagu-lagu yang saya putar dari sebuah album di spotify banyak yang sendu? Mungkin juga, lihat saja lirik lagu Glimps Of Us yang disenandungkan oleh Joji
'Cause sometimes I look in her eyes
And that's where I find a glimpse of us
And I try to fall for her touch
But I'm thinking of the way it was
Said I'm fine and said I moved on
I'm only here passing time in her arms
Hoping I'll find
A glimpse of us
Lagu orang patah hati. Perasaan sedihnya ternyata nyetrum juga.
Pekerjaan saya banyak sekali karena kemarin libur sehingga pekerjaan dua hari menumpuk hari ini. Sebagian besar sudah selesai, masih ada beberapa lagi yang bisa saya kerjakan lalu akan dilanjutkan besok. Saya istirahat sejenak dan memandang keluar dari jendela besar di samping sebelah kiri saya. Pepohonan gundul, langit yang kelabu, tidak ada seorangpun yang lewat. Ini malah menambah suasana sendu.
Saya tahu tahun ini akan ada perubahan besar dalam hidup saya. Keluarga saya akan tidak lengkap lagi karena mulai tinggal berjauhan dan melanjutkan hidup masing-masing. Perasaan sedih begitu memuncak. Apakah ini perasaan yang dirasakan oleh orang tua saya ketika satu demi satu anak-anaknya berpencar, pindah dan melanjutkan hidupnya masing-masing?
Saya langsung merasa agak berdosa karena dulu jarang sekali berkirim kabar ketika saya tinggal ribuan kilometer jauhnya. Bahkan ibu saya tidak pernah mendapat kesempatan bertemu dengan Kano. Saya merasa bersyukur juga dulu sering membuat video Kano ketika masih bayi, lalu membuat slide show dari ratusan foto yang saya buat kemudian disimpan dalam sebuah DVD dan saya kirim ke tanah air.
Ibu saya pergi sebelum saya sempat kembali ke tanah air. Ada semacam ganjalan yang hingga kini belum tertuntaskan. Saya merasa sangat dekat dengan ibu bahkan sering kami hanya ngobrol semalam suntuk. Ini yang membuat saya begitu sedih karena sebetulnya banyak sekali cerita yang sudah saya simpan untuk dijadikan obrolan semalam suntuk. Saya patah hati ketika ibu pergi sebelum sempat melakukan itu, sesuatu yang selalu menjadi kegiatan favorit saya.
Apakah saya tiba-tiba merasa sedih karena beberapa hari lagi adalah hari jadi ibu saya? Saya tidak tahu juga. Kemungkinan besar mengalami mood swing gara-gara hashimoto, apalagi di luar suasana malah semakin kelabu dan dingin. Saya harus menghilangkan ini semua. Saya lirik tas olahraga yang sudah saya siapkan tadi pagi. Saya akan ke gym. Tubuh saya butuh suntikan endorphine agar kesedihan ini tidak berlarut-larut. Masih 2 jam lagi. Saya akan habiskan dengan melanjutkan pekerjaan. 2 jam tidak akan terasa jika terus menyibukkan diri.***
Foto credit: niallfitness.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31