AES 61 Concept VS Reality
Membuat dan memikirkan sebuah imaginasi adalah sebuah hal yang biasa dan dapat dilakukan oleh banyak orang, contoh terbesarnya adalah sebuah “concept art, digunakan dalam membuat sebuah produk, atau sebuah impian tertentu. Tetapi kadang-kadang sebuah impian mempunyai batasnya sendiri, menghayal adalah tindakan yang mudah dilakukan, tetapi untuk merealisasikannya adalah sebuah objek yang sulit dilakukan. Nasib ini sudah sering saya lihat dalam banyak “concept art”, film, permainan digital, dan dunia teknologi, contoh terbesarnya adalah seperti film-film bertema “sci-fi”, tema sains fiction kadang-kadang dijadikan sebuah patokan terbesar oleh banyak inventor ambisius, Elon Musk adalah contoh terbesar, menciptakan mobil yang dapat bergerak sendiri tanpa kendali manusia, pariwisata luar angkasa dan berbagai benda-benda lainnya, semua ini dicapai oleh tekad ambisiusnya.
Untuk sebuah “concept art”, game seringkali terlihat berbeda dengan produk akhirnya, hanya beberapa saja yang dapat mencapai impiannya, kebanyakannya tercapai dengan memotong beberapa unsur visual karena keterbatasan sistem yang digunakan, kebanyakan permainan digital mengincar unsur realistis dan “immersive”, tetapi kebanyakannya gagal, mengecewakan penggemarnya. Cyberpunk 2077, permainan digital yang ditunggu oleh banyak orang sejak munculnya sebuah teaser di tahun 2011, permainan ini mencontohkan sebuah kualitas yang tidak dapat digapai pada tahun tersebut, keterbatasan sistem komputer masih terlihat besar di masa-masa ini, hingga tahun 2020, bulan Desember, permainan Cyberpunk 2077 dirilis, tetapi menghasilkan kekecewaan bagi penggemarnya.
Kadang sebuah “concept art”, harus mempunyai batasnya sendiri, jika ingin menggapai impian ini, tindakan realistis harus diambil, dan berambisius. Tanpa kedua unsur ini, alhasilnya berisi dengan “overpromising”, membuat penggemarnya terlalu “hyped”, hingga saat produknya dirilis, dan ditemukan sebuah masalah, seperti error atau bug, penggemar bisa kecewa, berakhir dengan tuduhan penipuan. Yang diceritakan ini adalah sebuah peristiwa asli, “Cyberpunk 2077”, gagal karena produksi yang terlalu dipercepat, tidak teratur, “overpromise” dan tidak realistis.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES230 To Facilitate
To Facilitate Dalam sebuah acara besar, contohnya seperti acara “Earth Hour” akan dan pasti melibatkan banyak orang dan panitianya sendiri biasanya mempunyai struktur dan sistem pengaturannya sendiri, salah satu peran yang dapat ditemukan dalam acara-acara ini adalah seorang fasilitator, peran seor…
SamBin10
AES229 Tahura 2023
Tahura 2023 Taman Tahura adalah sebuah situs sejarah dari jama penjajahan Belanda dan Jepang pada jaman Indonesia saat kemerdekaan, kedua gua yang dibangung di tempat yang sama, hanya berbeda periode dan tahun. Situs sejarah menandakannya sebuah peninggalan kuno, kadang kala aku sering mempertanyak…
SamBin00AES228 Ekspektasi Terlalu Jauh
Ekspektasi Terlalu Jauh Hari ini aku mencoba menantang diriku sendiri untuk melakukan 4 kegiatan yang berbeda dalam satu sesi kegiatan sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Menantang diri sendiri melakukan yang cukup banyak dalam sehari itu cukup sulit, tetapi kadangkala pemikiran “sulit” itu…
SamBin00