AES 626 Riding The Wave

Baiknya perasaan dapat datang dan pergi jika kita biarkan. Untunglah bagi kita bahwa hal tersebut dimungkinkan, bayangkan jika kita terus menerus dibelenggu perasaan. Kalau perasaan yang menyenangkan, mungkin kita tidak keberatan, tapi bayangkan jika perasaan sedih yang terus-menerus menghantui kita?
Saya membayangkannya seperti sedang meluncur bersama ombak, seperti sedang berselancar, kadang naik kadang turun, kadang dibawah air kadang muncul di permukaan dan mengambang. Nah begitulah perasaan. Perasaan bagaikan ombak dan kita berada bersamanya. Perasaan begitu penting karena itu menunjukkan siapa kita sebenarnya walau tidak berarti sepenuhnya.
Setiap kali kita tenggelam dalam emosi dan mengalir bersamanya, kita dapat merasakan kedalaman yang baru, yang membuat kita lebih mengerti dan mengenal siapa diri kita sebenarnya, mengapa kita melakukan apa yang kita kerjakan dan bagaimana, kapan serta dimana kita berkembang. Perasaan adalah anugerah, kehidupan memberikan kita anugerah yang luar biasa ini for a reason!
Belum lama ini saya dihadapkan pada kekecewaan. Kekecewaan adalah bagian dari kehidupan yang terjadi ketika misalnya harapan tidak terpenuhi. Setiap orang pernah menghadapi situasi seperti ini, dan kekecewaan bukan pula yang pertama kali saya alami. Kehidupan selalu dipenuhi dengan kekecewaan. Tapi dengan adanya kekecewaan pada saat yang sama berarti bahwa saya juga mempunyai suatu harapan, saya mempunyai keinginan, dan saya menjalani kehidupan. Kekecewaan bukan merupakan perasaan yang mudah dihadapi tapi juga bisa merupakan sesuatu yang sehat dan juga tidak sehat, tergantung bagaimana kita menghadapinya karena ini bukan sebuah perasaan yang bisa dihindari.
Perasaan kecewa harus dapat diterima, jika berusaha mengindari, mengabaikan atau bahkan menyibukkan diri dengan hal lain demi melupakan kekecewaan dan perasaan yang tidak menyenangkan, maka justru akan mengakibatkan masalah yang lebih buruk dikemudian hari. Mengamini dan menerima kekecewaan sebagai sesuatu yang wajar pada setiap manusia merupakan cara yang sehat. Dengan mengatakan bahwa kecewa itu merupakan sesuatu yang wajar dan dialami semua orang merupakan langkah yang tepat bahwa kita mengerti dan menerima situasi itu sebagai bagian dari pengalaman hidup. Tidak mudah, tapi itu merupakan kondisi kehidupan yang tidak terhindarkan.
Ketika kita dilanda kekecewaan, hal yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah tidak bersembunyi dan lari dari kenyataan, melainkan menghadapinya, tidak melawan, tetapi berjalan bersamanya hingga berakhir. Seperti ketika sedang berselancar, kita meluncur bersama kekecewaan hingga ombak kekecewaan itu berakhir. Kekecewaan akan sedikit demi sedikit berkurang hingga lenyap dengan berjalannya waktu. Pada awalnya memang tidak menyenangkan, tapi anggap saja seperti ombak dan kita berselancar, bermain bersamanya hingga ke tepi pantai.
Foto credit: churchleaders.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11