AES 630 Niat

Baiklah, saya akui bahwa janji dan komitmen itu selalu berbenturan dengan banyak kendala. Ketika kita berniat melakukan sesuatu, banyak sekali hal yang menggangu sehingga kita sangat tergoda untuk melanggar dan melupakan janji yang sudah dibuat. Banyak bentuk komitmen yang dibuat kemudian diabaikan begitu saja karena banyak alasan.
Hal yang paling banyak menimbulkan kegagalan adalah komitmen yang dibuat tidak masuk akal, tidak doable. Rasanya saya pernah menulis tentang ini berkaitan dengan new year's resolution, yang katanya 88% gagal.
Janji dan komitmen agak berbeda walau dua-duanya memiliki maksud yang sama, janji lebih diberikan kepada orang lain sementara komitmen tidak selalu harus diberikan pada orang lain. Ada juga sih janji pada diri sendiri, jadi memang pengertiannya sering agak pabaliut. Atau mungkin lebih aman jika dikatakan janji itu untuk diberikan entah ke siapa, bisa orang lain sementara jika janjinya untuk diri sendiri maka lebih tepat dianggap sebagai komitmen. Mudah-mudahan jelas maksudnya.
Nah berhasil atau tidaknya menepati janji atau komitmen adalah dengan adanya campur tangan niat. Kalau niatnya hanya setengah-setengah, jangan harap janji atau komitmen itu bisa terlaksana.
Kenapa saya mau nulis ini? Hahaha.. Semata-mata karena saya sedang dihadapkan pada sebuah tantangan. Saya masih punya hutang menulis yang harus bisa saya selesaikan sebelum tengah malam hari ini. Masalahnya, ketika tiba di rumah saya sudah tidak mampu melakukan apa-apa. Jadi yang biasa sudah saya selesaikan sebelum tidur, terpaksa harus ditunda. Saat ini sedang berusaha menyelesaikan dan waktu yang saya miliki kurang dari 40 menit lagi. Berusaha menulis dibawah tekanan itu tidak mudah, apalagi topik yang saya pilih hanya satu kata dengan terdiri dari 4 huruf, yaitu: Niat. Nah ini bertepatan dengan kondisi saya sekarang. Saya butuh kata ini untuk bisa terus melangsungkan komitmen saya untuk menulis satu esai setiap hari.
Niat itu sangat empowering, maafkan, saya agak kesulitan mencari padanannya dalam bahasa Indonesia, kalau kata google, artinya memberdayakan, nah isitilah memberdayakan malah membuat saya bingung. Memiliki niat artinya kita mempunyai tujuan, sesuatu yang direcanakan dan berusaha dicapai. Niat saya percayai mampu menelurkan banyak hal yang luar biasa dalam hidup. Melissa Maxx pernah berkata bahwa dengan memiliki niat, kita menjadi pencipta hari-hari dan kehidupan dengan kesadaran penuh. Jadi kata yang terdiri dari 4 huruf ini sangat luar biasa.
Dengan menetapkan niat, kita membangun fondasi dari kehidupan yang kita inginkan dan mengalaminya daripada hanya sebagai partisipan yang pasif, karena niat itu berjalan sejajar dengan nilai-nilai kehidupan yang kita anut sehingga kita memiliki alat yang ampuh untuk berkembang dan mencapai tujuan yang kita harapkan.
Mudah-mudahan saya akan bisa menguraikan dalam tulisan-tulisan berikutnya.
Foto credit: lionsroar.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11