AtomicEssay

AES 633 Senior Diskon

joefeluspenulis arsip2

Jam 2:30 pagi saya terjaga, Bingung! Lalu saya coba tidur lagi, 3:30 terbangun lagi dan berusaha kembali untuk memejamkan mata. Akhirnya beberapa saat kemudian saya menyerah. Pukul 3:30 itu sama dengan pukul 6:30 di Fort Collins. Sepertinya jadwal tidur saya terganggu karena perbedaan waktu. 3 jam itu lumayan lama, karena biasa saya terbangun sekitar pukul 5 pagi, maka pukul 2 body clock saya mulai membangunkan. Tubuh ini walau lelah karena sehari sebelumnya hampir tidak tidur tetap terbiasa meneruskan rutinitas sehari-hari.

Ini kemungkinan merupakan kunjungan saya terakhir sebelum pulang ke Tanah Air. Sangat masuk akal mengapa Kano begitu keukeuh ingin ikut dan rela membongkar tabungannya untuk membelikan saya tiket pesawat ke sini. Sebenarnya hanya Nina dan Simon yang akan menghadiri konferensi. Untungnya kami termasuk "alumni" di sini sehingga dapat diskon besar untuk tinggal di Lincoln Hall, begitu nama gedung tempat kami menginap. 15 Tahun yang lalu kami pernah menginap di sini, sekitar 1 minggu sebelum kami pulang ke tanah air sesudah menghabiskan 10 tahun hidup kami yang penuh dengan petualangan di pulau Oahu ini.

 Gedung ini tetap sama seperti dulu, hanya front desk yang sekarang tertutup rapat dengan kaca. Sepertinya Pandemi telah mengubah banyak hal, terutama berkaitan dengan kontak antar manusia yang mulai dibatasi dengan berbagai penghalang. Gedung sama, orang-orangnya yang berbeda. Tidak ada lagi yang saya kenal, dan saya serta  Nina sudah dianggap seperti "sesepuh" karena ketika check in kemarin malam, sempat ngobrol dengan petugas dan dia begitu hormat karena dulu kami pernah jadi penghuni di sini. Itu dulu ketika kami masih jauh lebih muda. Sekarang beda lagi bahkan pengalaman makan malam kemarin mulai membuka mata saya.

Semalam, setelah selesai makan malam saya adalah orang yang terakhir masuk ke mobil karena Nina, Kano dan Simon sudah duluan. Saya menunggu pelayan restoran menyerahkan struk pembayaran. Saya masuk mobil sambil tertawa terbahak-bahak.

"I will give you discount the last, yaaa." Kata waitress itu dengan gaya bicara pidgin khas sini. Gaya bicara yang dulu sangat saya kenal.

Saya merenung dan bertanya-tanya dalam hati. Diskon? Diskon apa? dalam hati saya. Setahu saya makan malam ini tidak ada program diskon apa-apa. Tidak berapa lama kemudian, waitress itu kembali sambil menyerahkan struk dan kartu kredit yang tadi saya berikan. Di lembaran kertas kecil itu ada huruf-huruf dan angka yang di-highlite dengan stabilo. Senior discount 10%, sebesar $8.67.

"Ya Tuhan!" teriak saya dalam hati. Sudah begitu kelihatan tua kah saya sehingga saya terlihat seperti sudah berusia 65 tahun, yang merupakan usia legal sebagai manula di Amerika? Saya tidak tahu harus bereaksi apa, merasa tersinggung karena dianggap sudah sangat tua, atau berterima kasih karena sudah diberi potongan harga 10%? Sejenak saya berhenti berpikir dan berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi. Kata senior citizen begitu menggema dalam benak saya. Itu jadi semacam pengingat bahwa saya sudah mulai tua tapi masih sangat lama sekali sebelum saya mencapai usia itu. Tapi saya tahu bahwa saat itu suatu waktu nanti akan tiba, apalagi Kano sekarang sudah mulai mandiri dan dia bahkan membayari bapaknya liburan! Usia itu akan jadi bahan renungan serius, pikir saya. Tapi saat itu saya sangat lelah, perjalanan lebih dari 20 jam sudah membuat saya begitu habis tenaga apalagi hampir tidak tidur.

Saya berjalan kaki ke mobil merasa lucu karena dikira sudah tua. Tiba-tiba perasaan lucu itu semakin memuncak dan saya terbahak-bahak, berjalan semakin cepat karena tidak sabar ingin menceritakan pada geng saya di mobil yang sudah terlebih dahulu kembali.

Saya masuk mobil dengan tidak sabar sedikit menduduki sekotak kue soes yang terkenal di Honolulu, Liliha Bakery, tapi saya tidak peduli. Orang-orang heran melihat saya masih terbahak-bahak di dalam mobil, lalu saya mulai bercerita.

"Hahahahahahaah!" semua tertawa bahkan Nina menimpali bahwa dia juga tidak berkeberatan diberi diskon. Tapi Kano komentar lain lagi,"You are old, daddy. It's official!" Katanya sambil berusaha membuat saya sebal. Anak ini memang bandel dan senang mengganggu bapaknya dengan kata-kata "old"!

Yah,, begitulah pengalaman makan malam di hari pertama di Honolulu. Masih sekitar 1 minggu lagi kami akan berpetualang, tunggu saja cerita-ceritanya. Mudah-mudahan banyak yang seru hahahaha...

Foto credit: clipart-library.com

Komentar (2)

aileenlais
Lumayan banget bang Joe diskon 10% sih disyukuri aja. Tapi emang bikin miris ya liat kata2 senior discount itu, masih mending tapi daripada tulisannya elderly discount ya ga? Antara ketawa senang dan ketawa getir...
joefelus
Hahaha.. senior citizen discount itu ya maksudnya elderly discount alias diskon buat kaum jompo... nah diskon 10% itu apakah sepadan dengan perasaan gimanaaaaa gitu dianggap sudah jompo hahahaha

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31