AES 659 Pronouns

Tempat kerja saya terkenal sebagai tempat yang menjunjung tinggi inklusivitas, maksudnya kita tidak membedakan siapapun. Tidak membedakan di sini yang dimaksud adalah semua orang tidak terbatas dari suku agama, ras, hingga orientasi gender.
Hari ini saya mengikuti training wajib yang berkaitan dengan pronouns. Nah dalam bahasa Indonesia memang kata ganti orang tidak berdasarkan gender, jadi memang tidak menjadi masalah sama sekali. Di dalam bahasa Indonesia hanya ada saya, kamu, dia, kami, kalian dan mereka; dalam bahasa Inggris lain lagi karena jenis kelamin menentukan kata ganti yang cocok terutama untuk orang ketiga. Ada she dan he, ada her dan him, her dan his, lalu untuk yang plural ada they, them dan their. Nah ini jadi masalah karena jaman sekarang, apalagi di tempat yang inklusivitasnya dijunjung tinggi, maka mereka yang jenis kelaminnya tidak mau diungkap atau bahkan yang berganti menjadi permasalahan yang rumit.
Saya harus berhati-hati dalam menggunakan kata Ma'am atau Sir, karena itu berkaitan dengan gender. Pada kenyataan jaman sekarang, misalnya di tempat saya bekerja, banyak yang secara fisik itu pria tapi ternyata pronounnya menggunakan she, her dan hers, ada juga yang secara fisik mungkin terlihat sebagai wanita, ternyata pronounnya he, his, him. Kalau saya salah menggunakan kata sir pada mereka yang menggunakan pronoun she her, hers, saya bisa runyam!
Training barusan sangat menarik dan menuntut keterbukaan karena belum tentu semua orang dapat menerima terutama mereka yang memperoleh didikan sesuai dengan tradisi sejak jaman dahulu. Pemilahan peran dalam keluarga misalnya sekarang tidak lagi seperti dulu. Tidak ada tugas wanita dan tugas pria dalam rumah. Jaman orang tua saya masih ada pembedaan peran seperti siapa yang mengurus anak, siapa yang menjadi tumpuan mata pencaharian dan sebagainya. Sekarang semua sudah bergeser. Mau menerima atau tidak mau setuju atau tidak tapi kenyataannya begitu. Kalau dulu urusuan dapur itu tugas wanita, sekarang tidak lagi begitu. Untungnya saya adalah orang yang lumayan terbuka sehingga masalah pembagian peran dalam rumah tangga tidak menjadi masalah besar. Saya senang menggendong bayi sambil mencuci piring, jaman orang tua saya tidak begitu. Nah dalam training barusan ini jadi diskusi yang seru!
Sekarang di tempat saya kerja, semua karyawan diundang (bukan diharuskan, tapi diajak, diundang) untuk mau mengungkapkan pronounnya dalam email-email mereka. Seperti misalnya contoh di bawah ini, saya curi dari internet. Ini akan mempermudah jika saya ingin membalas emailnya, sehingga saya bisa menggunakan Sir karena itu sesuai dengan pronoun yang beliau gunakan. Nah masalahnya bagaimana jika ada rekan kerja yang menggunakan pronoun they/them/their? Itu artinya dia memilih gender neutral, tidak mau diidentikkan dengan pria atau wanita. Lalu ada juga yang meggunakan she/them. Bingung khan? Bahkan ada yang menggunakan She/he. Agar tidak keliru dalam merespon, saya bersedia untuk ikut training.

Saya hanya bercerita, tidak mempromosikan gerakan apa-apa. Saya juga tidak sedang berdikusi tentang moral atau keyakinan. Saya mengerti bahwa di Indonesia hal yang semacam ini bukan bahan diskusi yang mudah diangkat, ini semata-mata kenyataan yang saya hadapi dalam pekerjaan sehari-hari. Ya begitulah kenyataan hidup, harus bisa melihat segala sesuatu dengan bijak. Jangan salah, di Amerika yang gerakan-gerakan inklusivitas begitu diagung-agungkan, masih banyak orang yang belum bisa menerima, bahkan ada tokoh penting di gedung Capitol, orang kongres yang mati-matian menolak dan jadi pergunjingan ramai di masyarakat seluruh negeri. Seru ya?
Foto Credit: forbes.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11