AES 680 Core Self

Seharian saya sedang berusaha mencari dan memahami sesuatu tentang kekuatan diri. Kadang kala kita merasa tidak berdaya dalam menghadapi situasi yang terjadi di sekeliling kita, kondisi yang sangat menganggu di tempat kerja, atau bahkan di dalam rumah maupun lingkungan tempat kita tinggal. Keadaan semacam itu membuat kita merasa tidak berdaya karena sulit sekali untuk mengubah keadaan tersebut sesuai dengan harapan kita.
Dalam kehidupan kita seringkali menjumpai ketidak adilan, misalnya di pekerjaan ada orang lain yang gajinya jauh lebih besar walaupun dia melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan, atau ada orang lain yang lebih jelek prestasinya tapi justru dia yang mendapat kenaikan pangkat, Atau teman kita kehilangan semua tabungannya karena akuntannya atau biro konsultasi yang mengatur keuangannya salah dalam mengelola. Hidup memang tidak selalu adil, banyak kejanggalan, kesenjangan dan ketidak-beruntungan yang terjadi tanpa ada hal-hal yang bisa kita lakukan. Itu semua membuat kita merasa tidak berdaya.
Nah, mengingat situasi seperti di atas, yang bisa saja terjadi pada semua orang dalam masa-masa menjalani kehidupan tertentu, saya mulai berusaha mencari jawaban. Jika hal tersebut terjadi, sebaiknya apa yang paling tepat yang dapat kita lakukan? Terus terang mengalami ketidak-adilan dalam hidup merupakan hal yang biasa terjadi. Saya mengaami beberapa kali, dan walau semuanya sudah lewat dan terlalui, saya tidak mempunyai resep yang jitu jika kondisi semacam itu terjadi lagi. Seringkali saya lebih bereaksi pada situasi itu tanpa mempunyai konsep yang jelas. Yang saya lakukan adalah mengahadapinya dengan pertimbangan semampunya, tidak jarang terjebak dalam kondisi emosional yang berlarut-larut. Jadi pertanyaannya, sebetulnya apa yang sebaiknya saya lakukan?
Belum lama ini saya membaca sebuah artikel tentang ketidakberdayaan yang diungkap oleh Deepak Chopra. Banyak pendapat beliau yang memberikan banyak pencerahan. Salah satunya yang barusan saya baca adalah developing your core self . Ini cocok sekali ketika kita merasakan suatu ketidakberdayaan, maka mungkin adalah hal yang baik jika kita membangun kekuatan dari dalam, core self. Chopra mengatakan bahwa manusia tidak menjadi dewasa secara otomatis. Jika dibandingkan dengan anak ayam, mereka tidak punya pilihan kecuali menjadi ayam, tapi manusia berbeda. Beliau mengatakan banyak manusia yang terjebak dalam masa kekanak-kanakan (childhood) dan masa remaja (adolescence) mereka. Untuk manusia, kedewasaan adalah achievement, yang merupakan hasil dari kekuatan pribadi, personal power.
Proses pembangunan dan perkembangan kekuatan diri dapat berlangsung bertahun-tahun, dekade malah, tapi berawal dari visi kita tentang core self. Hal ini merupakan bagian dari diri kita yang berhubungan dengan realitas, meletakkan diri kita ditengah-tengah pengalaman yang secara pribadi kita ciptakan. dengan memiliki core self yang baik, kita menjadi "pengarang" atau "pujangga" dari cerita kita sendiri. Sementara jika kita merasa sebagai korban (victim), maka itu artinya cerita kita dikarang oleh orang lain!
Bukan main! Itu yang pertama kali saya tangkap dari pendapat yang diungkapkan oleh Deepak Chopra ini. Saya ingin menjadi punjangga dari cerita kehidupan saya sendiri. Saya tidak mau orang lain yang menjadi pengarang jalan kehidupan saya. Intinya saya yang mengontrol jalan kehidupan dan menentukan pilihan, bukan orang lain. Di sini kekuatan diri saya diuji. Apakah membiar saya dikendalikan situasi di luar diri saya? Disetir orang lain? Atau saya mau mengangkat dagu dan memilih jalan sendiri dan berani menghadapi konsekuensinya?
Jadi ingat sebagian dari syair dari lagu The Greatest Love Of All:
I decided long ago
Never to walk in anyone's shadows
If I fail, if I succeed
At least I'll live as I believe
No matter what they take from me
They can't take away my dignity
Foto Credit: energizeleadership.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1579 10 Tahun
Entah sudah berapa kali saya menulis untuk diri sendiri sebuah pertanyaan yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa, atau mungkin hanya sekedar bertanya-tanya saja, atau hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu.Pertanyaannya sederhana, "Seperti apa saya 10 tahun lagi." Dah, itu aja!Kalau di…
joefelus00
AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20