AES 682 Menerima

Hari ini sungguh melelahkan. Saya harus berurusan dengan orang-orang yang sulit yang membuat emosi saya terusik. Bukan hal yang mudah untuk menerima kondisi ini sebab mereka adalah orang-orang yang mempunyai tanggung jawab besar dan pembuat keputusan, tapi saya bisa menyaksikan sendiri bahwa kapabilitas mereka tidak diterapkan secara profesional. Itu membuat saya sangat kecewa dan sekaligus marah.
Saya selalu berpendapat dalam urusan pekerjaan bahwa hal yang terpenting adalah orang-orang yang bekerja bersama saya. The people I work with makes all the difference, karena tanpa mereka-mereka itu pekerjaan hanyalah pekerjaan, seperti pada umumnya. Yang membuat semuanya menjadi berbeda, unik dan spesial adalah orang-orangnya. Ketika orang-orang itu mulai bermasalah, maka keunikan dan kespesialanya juga hilang.
Banyak kondisi di sekeliling kita yang tidak sesuai dengan harapan. Kondisi-kondisi seperti itu memang sering kita jumpai dan tidak jarang membuat frustrasi karena kita tidak berdaya untuk mengubahnya. Lalu apa yang harus kita lakukan? Untuk mengubah kondisi itu mungkin tidak ada, yang harus kita ubah adalah cara berpikir kita. Seperti kata peribahasa,"Life is not about waiting the storm to pass, but it's about learning to dance in the rain"
Mungkin itu yang membuat saya begitu kelelahan. memang harapan saya itu baik, para manager itu sudah selayaknya melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya, sekaligus menjadi role models bagi para mahasiswa yang bekerja, yang magang agar ketika mereka nanti selesai dengan pendidikannya mereka akan mampu memiliki pengalaman nyata. Pada praktiknya justru para mahasiswa itu yang bekerja jauh lebih baik dari para manager. Kacau! Hahaha..
Menuntut orang lain sesuai dengan harapan memang tidak mudah. Saya sudah ungkapkan hal tersebut ketika melakukan pertemuan one-on-one dengan direktur. Itu memang tugas dia untuk memonitor para manager yang kurang beres itu. Saya sudah berusaha menyumbangkan saran, selebihnya itu urusan beliau. Sekarang mungkin saatnya saya harus bisa menerima dan berhenti mengeluh. Agar hidup saya lebih tenteram, mungkin saya harus bisa belajar menari dalam hujan bukan hanya semata-mata menunggu badai reda, karena akan jauh lebih mudah mengubah pikiran saya daripada berusaha menuntut orang lain untuk berubah. Bukan begitu?
Foto credit: vbfwomen.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31