AtomicEssay

AES 685 Paspor

joefeluspenulis arsip2

Ini kali ketiga saya membuat paspor Amerika Kano. Yang pertama dia masih duduk di stoller dan kami membuatnya di kantor pos di Honolulu. Saat itu Kano tidur dan hanya butuh waktu tidak lebih dari 15 menit. Kami menyerahkan semua dokumen lalu kami berdua disumpah. Berdiri tegak dengan tangan kanan diangkat lalu bersumpah bahwa semuanya benar. Saya tidak ingat apa yang diucapkan oleh petugas saat itu, yang saya ingat hanya berkata "I do" hahaha. Lalu beres dan menunggu buku paspor dikirim ke alamat rumah. Selesai.

Kali kedua, Kano dan saya harus pergi ke Kedutaan Besar Amerika di Jakarta. Ini yang paling mudah. Kami buat appointment secara online. Pada saat yang ditentukan kami hadir. Nah yang lama justru urusan security. Tidak boleh bawa botol minum, semua HP dan peralatan elektronik disimpan di locker. Makan waktu setidak-tidaknya 10 hingga 15 menit untuk urusan keamanan. Di dalam kami hanya butuh paling lama 10 menit. Baru duduk langsung dipanggil, melengkapi semua dokumen dan urusan administrasi lalu pindah loket untuk interview. Baru mau duduk sudah dipanggil oleh petugas yang amat sangat ramah. Maklum yang mereka layani adalah warga negara Amerika, sehingga kami merasa mendapat perlakuan istimewa. 2 menit interview, hanya menanyakan nama dan informasi lainnya lalu selesai.

Saat ini saya sedang antri untuk memperpanjang paspor Kano untuk ketiga kalinya. Antrian panjang sekali. Sudah lebih dari 2 jam belum tiba di depan petugas. Ada ratusan orang yang antri. Sayangnya kami juga salah jadwal, seharusnya sejak pukul 8 pagi, entah Nina mendapat informasi dari mana bahwa antrian akan dimulai pukul 11, ternyata ketika pukul 10 lebih kami tiba, antrian sudah sampai di tempat parkir!

"2 Hours and we are still here." Kata seorang wanita mengajak saya ngobrol.

"I know, right. I think it is faster if we make an appoinment at the post office, If I look at their time schedule, it only takes 15 minutes." Kata saya. Saat itu kami sudah menunggu di antrian sekitar 2 jam. Kami sudah berada di dalam gedung, tapi di depan kami setidak-tidaknya ada sekitar 200 orang.

"We discussed about that a while ago." Kata wanita itu yang ternyata datang bersama suaminya.

"You know, I think the fastest way to renew passports is when we do it outside the country. I did it once in Jakarta, Indonesia. It just took minutes!" Cerita saya

Di awal, antrian sepertinya bergerak dengan cepat, tapi lama-kelamaan hampir tidak bergerak. Kami antri bergantian, kadang saya yang berdiri sementara Nina dan Kano mencari bangku untuk duduk, kemudian Nina atau Kano datang menggantikan saya. Antrian semakin mengekor ke belakang. Lewat 4 jam kami baru tiba di tengah-tengah antrian dan akhirnya memutuskan untuk pulang. Kami tidak mau menghabiskan akhir pekan kami dengan seharian berdiri di antrian. Ini menurut saya keterlaluan dan kesabaran kami juga akhirnya habis. Kano malah terlihat sangat jengkel. Hmm.. ternyata di sini tidak beda dengan di Bandung ketika kami memperpanjang paspor, malah sepertinya tidak berlarut-larut seperti ini. Entah ada berapa petugas yang melayani, yang jelas kami tidak tahan lagi. Kami memutuskan menunggu 2 minggu lagi karena kami sudah punya appoinment dengan kantor post. Kami tadinya mengira bahwa antrian tidak sejelek ini, ternyata kami salah. Ya sudah, kami belajar sesuatu, terutama Kano, karena suatu waktu nanti dia tentunya akan harus memperpanjang paspornya lagi kalau masa berlakunya sudah habis dan dia perlu pergi ke luar negeri atau mengunjungi orang tuanya di Bandung, hahahaha..

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31